Suara.com - Pengembalian status militer aktif Letjen TNI Novi Helmy Prasetya setelah menjabat Direktur Utama Perum Bulog menuai sorotan. Langkah ini dinilai sebagai bentuk kemunduran dalam proses reformasi TNI.
Peneliti HAM dan Sektor Keamanan
Setara Institute, Ikhsan Yosarie menilai kebijakan tersebut merupakan bagian dari regresi berlapis terhadap upaya reformasi TNI.
Ia menyoroti penempatan Novi sebagai Dirut Bulog sejak Februari 2025 tidak sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI yang membatasi jabatan sipil tertentu bagi prajurit aktif.
“Pengembalian status militer aktif terhadap Letjen Novi Helmy setelah menduduki jabatan sipil menjadi potret regresi reformasi berlapis,” kata Ikhsan kepada Suara.com, Senin (7/7/2025).
Ikhsan menjelaskan jabatan Dirut Bulog yang sempat diduduki Novi tidak termasuk dalam daftar jabatan sipil yang dapat diisi oleh prajurit aktif sebagaimana diatur dalam Pasal 47 ayat (2) Undang-Undang TNI.
Pada Februari lalu, saat penempatan Novi menuai kritik publik, TNI mengklaim yang bersangkutan sedang dalam proses pengunduran diri dari dinas militer.
Namun pernyataan terbaru dari Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi justru menyebut pengembalian status Novi sebagai prajurit aktif sebagai bentuk kebutuhan organisasi dan pembinaan personel.
Ikhsan memandang alasan Kapuspen TNI itu tidak mendasar dan dapat diterima. Menurutnya, posisi struktural dan pembinaan personel seharusnya tetap berada dalam koridor UU dan reformasi TNI.
“Jika praktik ini dibiarkan, maka bisa mengganggu regenerasi di internal TNI dan menjadi preseden buruk ke depan,” ungkapnya.
Baca Juga: Jakarta Timur Lumpuh: Kebon Pala Kembali Diterjang Banjir 3 Meter!
Batal Pensiun Dini
Novi kembali diterima 'pulang' ke TNI setelah menjabat sebagai Dirut Bulog.
Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi sempat mengungkap beberapa alasan di balik keputusan pihaknya kembali menerima Novi walau sempat mengajukan permohonan pensiun dini sebagai prajurit TNI.
Menurut Kristomei penempatan Novi sebagai Dirut Bulog awalnya berdasarkan permintaan dari pihak BUMN. Hal itu yang kemudian membuat jenderal TNI bintang tiga tersebut harus pensiun dini sebagai prajurit TNI.
Atas permohonan itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto kemudian memutuskan Novi untuk di "non job" kan dengan ditempatkan sebagai Staf Khusus TNI dalam rangka persiapan menuju pensiun dini.
Namun belum sempat proses pengunduran dirinya rampung, Novi menyatakan ingin kembali mengabdi sebagai prajurit TNI.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Soroti Kasus Kiai Cabul di Pati, KSP Dudung: Lindungi Korban, Tindak Tegas Pelakunya!
-
Prabowo 'Pamer' Proyek 100 GW Surya RI di ASEAN, Ingatkan Ancaman Krisis Energi
-
Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah
-
Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN
-
Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak
-
Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?
-
Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar
-
Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha