Dengan lantang, keluarga menyatakan keyakinan mereka bahwa kebenaran pada akhirnya akan terungkap.
"Kami meyakini bahwa almarhum tidak seperti itu," kata Meta Bagus.
Mereka mendesak agar proses penyelidikan dilakukan secara cermat, menyeluruh, dan profesional, dengan mempertimbangkan semua masukan dari keluarga.
Sisi Lain dari Penyelidikan Polisi
Di sisi lain, polisi telah memaparkan temuan yang mengarahkan pada kesimpulan bunuh diri.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya, menyatakan bahwa penyebab kematian adalah kegagalan pernapasan akibat tertutupnya saluran napas bagian atas.
Beberapa temuan kunci dari pihak kepolisian antara lain:
-Tidak ditemukan DNA atau sidik jari orang lain di lokasi kejadian, termasuk pada lakban yang digunakan.
-Hasil toksikologi negatif, tidak ada racun, alkohol, maupun narkoba di tubuh korban.
Baca Juga: Pesan WA Terakhir Diplomat Arya Daru Sempat Salah Kirim, Terkirim ke Istri?
-Tim forensik digital menemukan jejak email dan catatan di perangkat elektronik Arya yang mengindikasikan keinginan untuk bunuh diri, bahkan sejak tahun 2013.
-Korban disebut mengalami burn out dan sempat mengakses layanan kesehatan mental daring pada 2021.
Kasus yang Belum Benar-Benar Tuntas
Meskipun polisi seakan telah menutup buku kasus ini dengan menyatakan tidak ada unsur pidana, penolakan keras dari keluarga menjadikannya sebuah diskursus publik yang belum berakhir.
Mantan Kabareskrim Komjen (Purn) Susno Duadji menegaskan bahwa investigasi polisi didasarkan pada bukti ilmiah yang kokoh, bukan perasaan.
"Itu harapan keluarga. Tapi kan Polri sesuai dengan ilmu dan teori serta berdasarkan alat bukti...sudah tuntas gitu, tidak ditemukan tindak pidana," ujar Susno.
Namun, bagi keluarga dan sebagian publik, perbedaan antara profil psikologis korban dengan temuan forensik polisi menciptakan sebuah ruang abu-abu.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap berita kriminal, ada duka mendalam dan pencarian kebenaran oleh mereka yang ditinggalkan.
Perkembangan kasus ini masih sangat dinamis. Sikap keluarga yang terus berjuang mencari jawaban alternatif menunjukkan bahwa akhir dari cerita kematian Arya Daru Pangayunan mungkin belum tertulis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,7, Empat Desa Laporkan Kerusakan Bangunan
-
Insiden Taichung Taiwan: 6 dari 7 PMI yang Diamankan Berstatus Pekerja Kaburan
-
Perubahan Iklim Masuk ke Ruang Kelas: Ketika Suhu Sekolah Mulai Mengganggu Proses Belajar
-
Pigai Bantah MBG Langgar HAM, Sebut Komentar Komnas HAM Sangat Dangkal
-
Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
-
PBB: Hampir 1.000 Warga Palestina Dibunuh Israel Sejak Oktober 2025
-
Heboh Mobil Terpasang Alat Pelacak, Eks Ketua BEM UGM Tiyo Dituding Terlibat Aktor Politik Praktis
-
Al-Qaqa Ibn Antar, Spiderman Yaman Tewas Mengenaskan di Kawah Hardah
-
Menlu Abbas Araghchi: Kesepakatan Damai AS - Iran Satu Paket dengan Israel - Lebanon
-
KPK Temukan Sederet Proyek Strategis Jakarta Tak Optimal, Ini Daftarnya