Suara.com - Hujan deras yang disertai angin kencang pada Rabu (20/8/2025) telah mengakibatkan sedikitnya 10 pohon tumbang di berbagai titik di ibu kota.
Insiden ini menyoroti dampak dari cuaca ekstrem yang melanda Jakarta dan sekitarnya, yang menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, insiden pohon tumbang terkonsentrasi di dua wilayah administrasi, yakni Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
“Jakarta Selatan terdapat 3 pohon tumbang, Jakarta Timur 7 pohon,” kata Kapusdatin BPDB Jakarta, Yohan, saat dikonfirmasi, Rabu (20/8/2025).
Rincian Lokasi
Di Jakarta Selatan, tiga lokasi yang terdampak adalah Jalan Pangeran Antasari di Cilandak Barat, Jalan Haji Ipin di Pondok Labu, dan Jalan Raya Lenteng Agung di Jagakarsa.
Akibat dari tumbangnya pohon di wilayah ini, sejumlah sarana publik mengalami kerusakan.
“Sarana terdampak gapura perumahan dan dua buah roko atau kios,” jelas Yohan.
Sementara itu, wilayah Jakarta Timur mencatat jumlah pohon tumbang yang lebih banyak, yaitu di tujuh lokasi berbeda.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Hari Ini: Jakarta, Yogyakarta, Semarang Hingga Surabaya Hujan Petir!
Kecamatan Cipayung menjadi area yang paling terdampak dengan insiden di Jalan Bambu Wulung, Jalan Setu Cipayung, Jalan Haji Abdulah, Jalan Mandor Hasan, Jalan Puskesmas, dan Jalan Mabes Hankam. Lokasi lainnya adalah di Jalan Komplek Polri, Kecamatan Ciracas.
“Sarana terdampak, akses jalan,” kata Yohan mengenai dampak utama di Jakarta Timur yang menyebabkan gangguan lalu lintas.
Upaya Mitigasi
Yohan memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan akibat rangkaian insiden ini.
Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, dan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) tengah melakukan proses evakuasi dan pemangkasan pohon.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan akses jalan dapat segera kembali normal dan aman untuk dilalui oleh kendaraan.
Kejadian pohon tumbang akibat cuaca ekstrem merupakan tantangan yang berulang di kawasan perkotaan seperti Jakarta.
Upaya mitigasi, termasuk pemangkasan rutin terhadap pohon-pohon yang rawan tumbang, terus dilakukan oleh dinas terkait untuk meminimalisir risiko.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah selama periode cuaca ekstrem.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?
-
Karhutla Makin Ganas, Anggaran Pencegahan Kalah dari Belanja Rutin Daerah
-
5 Alasan Pengurusan Izin Usaha Sebaiknya Diserahkan ke Jasa Profesional
-
KAI Siapkan Stasiun Manggarai Jadi Pusat Mobilitas Jakarta
-
Sinopsis Insidious: Out of the Further, Kisah Baru Elise dengan Teror Seram
-
Menepi Sejenak di Bintan: Menikmati Pantai, Kuliner, dan Wellness dalam Satu Resor
-
Dusun Sade Terbakar Jelang MotoGP Mandalika, NTB Siapkan 4 Desa Adat Pengganti Wisatawan
-
Prabowo Perintahkan Tanpa Pandang Bulu, Raja Juli Antoni: Pembakar Hutan Kami Tindak
-
Dari Jepang, Kolombia, hingga NTT: Daftar 'Gempa Besar' Selama Agustus 2026
-
BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla