Karier panjangnya di pemerintahan mencapai puncaknya ketika pada 8 September 2025 ia resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Rocky Gerung lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959. Ia dikenal sebagai seorang filsuf, akademisi, penulis, dan pengamat politik yang tajam dalam berpendapat. Latar belakang pendidikannya sepenuhnya berada di jalur filsafat.
Rocky awalnya masuk Universitas Indonesia (UI) pada 1979 melalui jurusan Hubungan Internasional. Namun, ia tidak menuntaskan studinya di sana.
Ia kemudian pindah ke Jurusan Ilmu Filsafat, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, dan lulus pada 1986 sebagai Sarjana Sastra. Uniknya, Rocky tidak pernah mengambil ijazahnya ataupun mengikuti wisuda.
Selama 15 tahun, Rocky mengajar di UI sebagai dosen tidak tetap, membawakan mata kuliah seperti Filsafat Politik, Teori Keadilan, dan Metode Penelitian Filsafat.
Ia juga mendirikan Setara Institute, aktif menulis di jurnal akademik, dan semakin dikenal publik setelah rutin tampil di acara televisi debat politik serta kanal YouTube pribadinya.
Beda Pendidikan, Beda Cara Pandang
Perbedaan utama pendidikan Menkeu Purbaya dan Rocky Gerung terletak pada bidang yang mereka tekuni. Purbaya berasal dari dunia eksakta dan ekonomi, yang identik dengan hitungan, analisis data, serta teori kebijakan.
Baca Juga: Baru Menjabat Purbaya Yudhi Sadewa Sudah Disorot Media Asing, Disebut Menkeu Gaya Koboi
Saat kuliah di Teknik Elektro ITB, ia terbiasa berpikir terstruktur dan sistematis. Lalu ketika melanjutkan studi ekonomi di Purdue University, Amerika Serikat, kemampuannya makin tajam dalam membaca fenomena makroekonomi dengan kacamata global.
Berbeda dengan itu, Rocky memilih jalur humaniora, yaitu filsafat. Bidang ini lebih menekankan pada logika, etika, dan kebiasaan mengkritisi setiap asumsi di balik sebuah kebijakan atau peristiwa sosial.
Pendidikan filsafat inilah yang membentuk Rocky sebagai sosok yang selalu mencari makna di balik data yang dipaparkan ekonom seperti Purbaya.
Sebagai ekonom sekaligus pejabat publik, Purbaya cenderung menekankan solusi nyata, kebijakan fiskal, dan target pertumbuhan, misalnya ambisi 8 persen pertumbuhan ekonomi yang digagas Presiden Prabowo.
Sedangkan Rocky lebih melihat kebijakan dari sudut pandang keadilan dan filosofi politik. Ia tidak berhenti pada angka, tetapi mempertanyakan, apakah kebijakan tersebut benar-benar berpihak pada rakyat.
Inilah sebabnya kritik Rocky sering terdengar pedas, bahkan menohok, karena ia berangkat dari cara berpikir yang berbeda dengan pejabat seperti Purbaya.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
-
Menkeu Purbaya Bakal Sisir Pajak Kakap, Cari Kebocoran
-
Suntik Dana Rp200 Triliun, Menkeu Purbaya ke Para Bos Bank BUMN: Suruh Mikir, Mereka Orang Pintar!
-
Baru Menjabat Purbaya Yudhi Sadewa Sudah Disorot Media Asing, Disebut Menkeu Gaya Koboi
-
Sosok Subhan Palal: Warga Biasa yang Gugat Wapres Gibran Rp125 T Demi Buktikan Keabsahan Ijazah
-
Purbaya Yudhi Sadewa dan Rp200 Triliun: Antara Kebijakan Berani dan Blunder
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan
-
1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak
-
Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?
-
BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG
-
Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?
-
Gus Ipul: Prof Nasar Jadi Salah Satu Figur Kuat untuk Ketua Umum PBNU
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penyelesaian RAP Dana Otsus Tambahan & DTI Tahun 2026
-
BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?
-
BEM Bersatu Tuding Ada Intervensi Politik di Balik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli: Cocokologi
-
Puluhan Ribu Jemaah Bakal Padati Monas, Jakarta Gelar Haul Akbar Ulama Betawi Terbesar