- Ahmad Sahroni hadir dalam Munas IMI X 2025 secara virtual.
- Ahmad Sahroni kembali muncul ke publik usai penjarahan rumahnya.
- Sambutan Ahmad Sahroni secara daring dalam Munas IMI.
Suara.com - Partai NasDem memberikan pembelaan terkait kemunculan Bendahara Umumnya, Ahmad Sahroni, dalam Musyawarah Nasional Ikatan Motor Indonesia atau Munas IMI X 2025.
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, menegaskan bahwa kehadiran Sahroni adalah dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Jenderal IMI, bukan mewakili partai.
"Dia posisinya masih menjadi Sekjen IMI, maka tidak ada persoalan ya. Dia hadir sebagai Sekjen IMI, bukan mewakili partai," ujar Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/9/2025).
Saan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut adalah urusan pribadi Sahroni sebagai bagian dari organisasi profesi, dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan Partai NasDem.
"Itu kan bukan kegiatan partai ya, tapi itu kegiatan pribadi Pak Sahroni. Jadi menurut saya ya wajarlah, karena masih Sekjen IMI," tambahnya.
Saat ditanya mengenai keberadaan Sahroni saat ini, Saan mengonfirmasi bahwa yang bersangkutan berada di Indonesia.
"Ya ada, seperti yang orang sampaikan bahwa dia ada di Indonesia," tuturnya.
Kemunculan Perdana Pasca-Insiden Penjarahan
Kemunculan Ahmad Sahroni ini menjadi sorotan karena merupakan penampilan perdananya di hadapan publik setelah rumahnya dijarah massa pada akhir Agustus 2025 lalu.
Baca Juga: Kabur dari Amarah Publik, Ahmad Sahroni Muncul Lagi di Balik Layar Munas IMI
Anggota DPR nonaktif ini hadir dan memberikan sambutan secara daring dalam Munas IMI yang digelar di Yogyakarta pada Sabtu (20/9/2025).
Dalam video yang beredar di media sosial, Sahroni yang tampak mengenakan topi pantai dengan latar belakang yang diburamkan menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa hadir secara fisik dalam acara tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK