- Bus PO Cahaya Trans dari Jakarta menuju Yogyakarta mengalami kecelakaan tunggal pada Senin dini hari di exit tol Krapyak Semarang.
- Insiden tersebut mengakibatkan 15 penumpang meninggal dunia dan 19 lainnya luka-luka saat operasi evakuasi yang sulit.
- Penyebab sementara diduga karena sopir kehilangan kendali akibat melaju kencang di area persimpangan susun.
Risiko Pecahan Kaca: Akses masuk ke dalam bus dipenuhi serpihan kaca tajam, sehingga tim harus sangat berhati-hati dalam melakukan penanganan.
Durasi: Operasi penyelamatan baru benar-benar rampung pada pukul 04.00 WIB.
6. Penanganan Medis di RS Terdekat
Seluruh korban yang berhasil dikeluarkan dari bus segera dilarikan ke beberapa fasilitas kesehatan utama di Semarang guna mendapatkan perawatan intensif, antara lain:
RSUP dr. Kariadi
RS Columbia Asia
RSUD dr. Adhyatma MPH (RS Tugu Semarang)
Pihak Basarnas mengimbau dengan sangat agar para pengguna jalan, terutama di musim liburan Nataru, untuk lebih waspada. Kelelahan menjadi faktor risiko tinggi dalam kecelakaan dini hari.
Pengemudi diminta untuk segera beristirahat di rest area jika merasa lelah dan selalu menjaga jarak aman antar-kendaraan guna menghindari insiden serupa.
Baca Juga: Tragis! Tergelincir di Tikungan, Pemotor Tewas Seketika Disambar Bus Mini Transjakarta
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Curhat ASN soal WFH Setiap Jumat: Bisa Hemat Rp 400 Ribu Sebulan tapi Banyak Distraksi
-
Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan
-
Tantangan Iklim Makin Kompleks, Pendekatan Interdisipliner Dinilai Jadi Kunci
-
Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok
-
Tewas Dalam Kebakaran, Jenazah Anggota BPK Haerul Saleh Dimakamkan di Kolaka
-
Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan
-
Dikenal Baik dan Suka Menolong, Menteri Koperasi Ngaku Sering Tukar Pikiran dengan Haerul Saleh
-
Haerul Saleh Wafat dalam Tragedi Kebakaran, Mentan: Beliau Selalu Mengedepankan Kepentingan Bangsa
-
Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak
-
Kasus Pelecehan Santri Pati: Selly Gantina Ingatkan Bahaya Sembunyikan Pelaku