- Direktur Eksekutif Amnesty Indonesia mengecam rentetan teror fisik dan digital terhadap aktivis pada akhir 2025.
- Teror ini dinilai merupakan serangan sistematis untuk membungkam kritik atas penanganan bencana ekologis di Sumatra.
- DJ Donny melaporkan teror spesifik berupa bangkai ayam dan bom molotov ke Polda Metro Jaya pada 31 Desember 2025.
Suara.com - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengecam upaya pembungkaman kritik yang dilakukan melaluu rentetan teror kepada sejumlah pihak, mulai dari aktivis Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik, DJ Donny, Virdian Aurellio, dan Sherly Annavita.
Usman Hamid mengatakan teror kepada mereka pada penghujung tahun 2025 bukan sekadar kasus kriminal biasa, melainkan serangan teror terhadap kemerdekaan berpendapat warga negara yang dijamin konstitusi.
Menurutnya, teror bangkai ayam, pelemparan telur busuk, vandalisme, hingga serangan bom molotov, dan serangan digital adalah upaya sistematis untuk menciptakan iklim ketakutan.
"Pola serangan ini memiliki benang merah, yaitu pembungkaman kritik publik atas buruknya penanganan bencana ekologis di Sumatra akibat kebijakan pro-deforestasi," tutur Usman Hamid dalam keterangannya, dikutip Kamis (1/1/2026).
"Kritik yang lahir dari solidaritas kemanusiaan dan semangat perbaikan justru dibalas intimidasi fisik dan digital," katanya menambahkan.
Ia menyoroti pesan ancaman "Mulutmu Harimaumu" yang ditujukan kepada Iqbal, hingga Donny, Sherly dan Virdian.
Menurutnya pesan tersebut menegaskan negara belum memiliki kewibawaan hukum sehingga orang tertentu berani melakukan teror baik secara digital maupun secara fisik tanpa rasa takut terhadap hukum.
"Jika teror berlalu tanpa pengusutan, negara secara tidak langsung merestui praktik anti-kritik dan memvalidasi kekhawatiran Amnesty bahwa 2025 adalah tahun malapetaka nasional HAM," kata Usman.
Sebelumnya, Ramond Dony Adam alias DJ Donny melaporkan rangkaian teror yang dialaminya ke Polda Metro Jaya.
Baca Juga: Usman Hamid Sebut Soeharto Meninggal Berstatus Terdakwa: Sulit Dianggap Pahlawan
Teror tersebut mulai dari pengiriman bangkai ayam berisi ancaman hingga pelemparan bom molotov ke rumahnya yang baru saja terjadi pada Rabu (31/12/2025) dini hari.
DJ Donny mengungkapkan, teror pertama berupa paket misterius berisi bangkai ayam pertama kali diterima istrinya pada Senin (29/12/2025).
“Pas dibuka ternyata isinya bangkai ayam, kepalanya dipotong. Ada tulisan ancaman supaya saya jaga ucapan di media sosial. Ada foto saya juga, lehernya digambar seperti disayat,” kata Donny kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Menurutnya, peristiwa itu belum ia laporkan ke polisi.
Namun situasi berubah drastis setelah kejadian kedua terjadi pada Rabu (31/12/2025) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Dari rekaman CCTV, terlihat dua orang melempar bom molotov ke arah rumahnya.
Berita Terkait
-
Manajer Kampanye Iklim Greenpeace Indonesia Diteror Bangkai Ayam: Upaya Pembungkaman Kritik
-
Amnesty International Kutuk Keras Represi Aparat ke Relawan Bantuan Aceh: Arogansi Kekuasaan
-
Greenpeace Sebut 2025 Tahun Kelam, Krisis Ekologis Berjalan Iringan dengan Represi Aparat
-
Usman Hamid Sebut Soeharto Meninggal Berstatus Terdakwa: Sulit Dianggap Pahlawan
-
Amnesty Sebut RUU KKS Batasi Kebebasan Berekspresi: Indonesia Bisa Jatuh ke Level Berbahaya!
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Katanya Sudah Merdeka, Tapi Kenapa Ibu Rumah Tangga Sulit Berinvestasi?
-
5 Shade Cushion untuk Kulit Olive Undertone Indonesia agar Tidak Kelihatan Abu-abu
-
Dari Yogyakarta, Solo hingga Thailand Nova Arianto Buru Komposisi Terbaik Timnas Indonesia U-20
-
Dolar AS Keok di HUT RI, Rupiah Tembus Level Rp17.796 Pagi Ini
-
Siapa Penjahit Bendera Merah Putih? Ini Sosok Perempuan di Balik Berkibarnya Bendera Pusaka
-
Bertahan Lebih dari 2.000 Tahun, Lukisan Tebing Huashan Ini Diduga Digambar dengan Darah Manusia
-
Bye Kulit Berminyak dan Kusam! Ini 4 Pelembap Brightening Berlabel Oil Free
-
Pesona Istri Keenam Soekarno Ratna Sari Dewi Kenakan Kebaya Merah Jambu di Upacara HUT RI
-
Mengenal Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah: Bikin Sekolah Lebih Manusiawi atau Sekadar Slogan?
-
Profil Khaliska Refqi Ramadhani Pembawa Baki Upacara HUT ke-81 RI di IKN