- Keanggotaan Indonesia di BoP bersifat tidak tetap dan dapat ditarik sewaktu-waktu.
- Dana USD 1 miliar bersifat sukarela dan diperuntukkan bagi rekonstruksi warga Gaza.
- Diplomasi era Prabowo fokus pada capaian konkret seperti BRICS dan perdamaian Palestina.
Suara.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan klarifikasi terkait keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace atau BoP. Hal ini menjadi salah satu poin utama dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para mantan menteri luar negeri, tokoh politik, serta akademisi di Istana Merdeka.
Melalui keterangan tertulis, Teddy menjelaskan bahwa keanggotaan Indonesia dalam forum tersebut bersifat tidak tetap. Indonesia memiliki kedaulatan penuh untuk menarik diri sewaktu-waktu jika diperlukan.
Teddy juga meluruskan isu mengenai dana sebesar USD 1 miliar yang dikaitkan dengan keanggotaan BoP. Ia menegaskan bahwa dana tersebut bukan iuran keanggotaan, melainkan bantuan kemanusiaan.
"Mengenai biaya USD 1 miliar tersebut diperuntukkan bagi dana rekonstruksi Gaza dan sifatnya tidak wajib," ujar Teddy, Rabu (4/2/2026).
Saat ini, Indonesia resmi bergabung bersama tujuh negara besar berpenduduk mayoritas Muslim lainnya, yakni Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Pakistan. Teddy menjelaskan mekanisme keanggotaan yang didasarkan pada kontribusi finansial.
“Negara anggota diperbolehkan membayar atau tidak. Jika membayar, akan menjadi anggota tetap. Namun, jika tidak membayar, keanggotaan berlangsung selama tiga tahun. Saat ini, Indonesia belum melakukan pembayaran,” jelasnya.
Teddy menekankan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam BoP adalah langkah konkret untuk terlibat langsung dalam upaya menghentikan peperangan di Palestina, bukan sekadar partisipasi formal dalam pertemuan atau diskusi.
Selain isu BoP, dalam pertemuan selama tiga jam tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa diplomasi luar negeri Indonesia selalu mengutamakan pencapaian konkret. Teddy menyebutkan beberapa capaian strategis dalam satu tahun terakhir, termasuk bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS.
“Indonesia telah bergabung dengan BRICS yang beranggotakan kekuatan ekonomi dunia seperti Brasil, Rusia, Tiongkok, dan India,” kata Teddy.
Baca Juga: Prabowo Kumpulkan Eks Menlu: Apa Saja Poin Krusial Arah Politik Luar Negeri di Istana?
Capaian strategis lainnya meliputi penetapan tarif dagang nol persen di 27 negara Uni Eropa serta kesepakatan pembangunan Kampung Haji di Arab Saudi. Teddy juga menyoroti peran Indonesia dalam perjanjian perdamaian Palestina yang diinisiasi Amerika Serikat.
“Indonesia mencatat sejarah dengan menandatangani perjanjian perdamaian Palestina. Pascapenandatanganan tersebut, jumlah konflik dan korban dilaporkan berkurang secara signifikan,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Kemnaker Perkuat Dunia Kerja Inklusif Melalui Pendampingan Penyerapan Tenaga Kerja Disabilitas
-
Terungkap! Taksi Green SM yang Mogok di Rel Bekasi Timur Ternyata Terlambat Servis Hingga 9.000 KM
-
Polisi Ungkap Pemicu Kericuhan Wisatawan di Pantai Wedi Awu, 4 Tersangka Diamankan
-
Bareskrim Limpahkan Laporan Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya
-
Jangan Salahkan Dirimu! Ini Langkah yang Harus Dilakukan Penyintas Kekerasan Seksual
-
Geger Kekerasan Seksual di Pati, Cak Imin Minta Para Kiai Kumpul Deteksi Ponpes 'Nakal'
-
Dedi Congor Kabur dari Wartawan Usai Diperiksa Kasus Bea Cukai, KPK: Ada Dugaan Terima Uang
-
Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!
-
Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi
-
Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan