- Mantan KSAU Chappy Hakim menyatakan kesiapan perang modern bergantung pada pengelolaan kehidupan sehari-hari masyarakat yang terorganisir.
- Pembangunan pertahanan harus berlandaskan konstitusi melalui perencanaan strategis jangka panjang dan dokumen seperti white paper.
- Kebijakan luar negeri dan sikap internasional harus berasal dari pemahaman jati diri dan kepentingan nasional, bukan opini publik.
Suara.com - Pakar pertahanan sekaligus mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Chappy Hakim menilai kesiapan suatu negara menghadapi perang modern tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer atau teknologi siber. Lebih dari itu, kemampuan negara dalam mengelola kehidupan sehari-hari masyarakatnya juga menjadi faktor penting.
Hal tersebut disampaikan Chappy dalam sebuah diskusi di kanal YouTube milik Rhenald Kasali, saat menanggapi pertanyaan mengenai kesiapan Indonesia menghadapi kemungkinan perang siber dan penggunaan drone seperti yang terjadi dalam konflik modern.
Menurut Chappy, kondisi kehidupan sehari-hari suatu negara merupakan refleksi langsung dari kemampuan negara tersebut dalam menghadapi konflik.
“Solidnya sebuah negara itu tidak hanya dilihat pada waktu perang. Day to day life dari sebuah negara itu adalah simbol bagaimana negara itu bisa bertahan atau berperang,” ujarnya, dikutip pada Senin (9/3/2026).
Ia menambahkan bahwa organisasi dan kedisiplinan dalam kehidupan masyarakat menjadi indikator penting dalam menilai kekuatan suatu negara. Chappy mencontohkan Iran yang dinilainya memiliki sistem kehidupan sehari-hari yang tertata dengan baik.
“Dari sehari-hari Iran dia well organized, Pak. Dan itu adalah refleksi dari bagaimana mereka juga mengorganisasikan, mendesain negaranya,” kata dia.
Sebaliknya, ia menilai kondisi sosial di Indonesia masih diwarnai berbagai konflik yang tidak produktif. Hal tersebut, menurutnya, dapat dilihat dari berbagai polemik yang kerap muncul di ruang publik.
“Kita lihat aja di media kan banyak orang ngurusin orang, kita nggak ngerti siapa urusan siapa kan,” ujarnya.
Pentingnya Perencanaan Strategis Pertahanan
Baca Juga: 10 Hari Lagi Lebaran, Iran Mulai Terasa Seperti Neraka, Udara Beracun di Mana-mana
Chappy juga menekankan bahwa pembangunan kekuatan pertahanan harus berangkat dari prinsip dasar negara dan dirancang melalui perencanaan strategis jangka panjang. Menurutnya, setiap negara seharusnya memiliki peta jalan yang jelas terkait keamanan nasional.
“Sebuah negara itu sebenarnya dia harus menentukan dia mau pergi ke mana. Dan itu berangkat dari konstitusi. Dari konstitusi terus harus ada blueprint, harus ada white paper, harus ada perencanaan, harus ada long term strategic planning,” kata Chappy.
Dalam praktiknya, dokumen strategis tersebut biasanya dituangkan dalam defense white paper, yang menjadi dasar arah kebijakan keamanan nasional suatu negara.
Ia mencontohkan Australia yang secara konsisten menyusun dan memperbarui dokumen strateginya. Negara tersebut bahkan pernah menggelar latihan keamanan nasional besar pada 1989 yang disebut Kangaroo 89, sebagai implementasi dari dokumen pertahanan yang dikenal sebagai Dibb White Paper.
Sikap Indonesia dalam Konflik Global
Menanggapi perdebatan publik mengenai posisi Indonesia dalam konflik internasional—misalnya antara Iran dan Amerika Serikat—Chappy menilai sikap luar negeri tidak seharusnya ditentukan oleh opini spontan atau emosi publik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
-
Amarah Warga Pati Meledak, Kiai Sekaligus Tokoh Pemerintahan Cabuli Santriwati
Terkini
-
Syarat Lengkap Promo BRImo x Dear Clio, Dapatkan Cashback hingga Rp500.000!
-
7 Posisi Pi Xiu di dalam Rumah untuk Mengunci Keberuntungan dan Kekayaan
-
Mulai Babak Baru! Putri Leonor Kembali Kuliah Usai 3 Tahun Sekolah Militer
-
Promo BRI di Hachi Garden, Bisa Mau Traktir Keluarga Tanpa Bikin Boncos
-
Ambil Wudhu Berujung Duka, Remaja 18 Tahun Tenggelam di Sungai Citarum
-
Mun Ka Young dan Cha Eun Woo Berpeluang Reuni di Drama Seorabeol Knife
-
7 Eyeliner Waterproof Liquid yang Smudgeproof, Makeup Tetap Rapi Seharian
-
Tugu Monas Dibersihkan, Akses Wisata Ditutup Sementara
-
Tahan Banting dan Tetap Laris: Ini 6 Mobil Bekas yang Harganya Awet dan Susah Turun
-
Jangan Asal Taruh! Ini Jarak Ideal Kulkas dari Dinding agar Kompresor Tidak Cepat Rusak