- Mantan KSAU Chappy Hakim menyatakan kesiapan perang modern bergantung pada pengelolaan kehidupan sehari-hari masyarakat yang terorganisir.
- Pembangunan pertahanan harus berlandaskan konstitusi melalui perencanaan strategis jangka panjang dan dokumen seperti white paper.
- Kebijakan luar negeri dan sikap internasional harus berasal dari pemahaman jati diri dan kepentingan nasional, bukan opini publik.
Menurutnya, kebijakan luar negeri harus berangkat dari pemahaman yang jelas mengenai jati diri dan kepentingan nasional.
“Menentukan sikap kita keluar itu sebenarnya kita harus menentukan sikap kita di dalam diri itu sendiri. Foreign policy start from home (Kebijakan luar negeri dimulai dari dalam negeri),” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap negara memiliki landasan konstitusional dan prinsip diplomasi yang harus dijadikan acuan sebelum menentukan posisi politik internasional.
“Masak kita harus dipaksa untuk berpihak? Tunggu dulu, kita tentukan dulu kita ini siapa dan kita mau bagaimana,” kata Chappy.
Kritik terhadap Pola Pikir Politik Jangka Pendek
Dalam kesempatan tersebut, Chappy juga menyoroti kecenderungan politik nasional yang dinilainya terlalu berorientasi pada siklus lima tahunan pemilu.
Menurutnya, orientasi jangka pendek tersebut berpotensi membuat negara kehilangan arah strategis yang lebih besar.
“Visi bangsa ini yang sekarang masuk ke jurang 5 tahunan, Pak. Kita hanya melihat 5 tahunan yaitu Pilkada dan Pilpres,” ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut dapat menghambat lahirnya program pembangunan strategis yang visioner, termasuk dalam bidang keamanan nasional.
Baca Juga: 10 Hari Lagi Lebaran, Iran Mulai Terasa Seperti Neraka, Udara Beracun di Mana-mana
Chappy kemudian mencontohkan bagaimana pemerintah Australia melihat kebangkitan Asia sebagai peluang strategis bagi negaranya. Ia mengutip pernyataan mantan Perdana Menteri Australia Julia Gillard yang menyebut abad ke-21 sebagai “Asian century.”
“The development of Asia is unstoppable. We are now in the Asian century. And all of that are Australian opportunity,” pungkas Chappy menirukan pernyataan tersebut.
Pernyataan tersebut bermakna bahwa kemajuan Asia tidak dapat dihentikan dan dunia kini memasuki abad Asia. Bagi Australia, kondisi tersebut dipandang sebagai peluang strategis untuk berkembang.
Sementara itu, pernyataan “I want Australia becoming a winner in this Asian century. I want every Australian citizen becoming a winner in this Asian century” menunjukkan keinginan agar Australia—termasuk seluruh warganya—dapat memperoleh manfaat dari kebangkitan Asia.
Menurut Chappy, arahan strategis dari kepemimpinan nasional seperti itu membuat seluruh warga negara memahami arah besar pembangunan negaranya.
Ia menilai contoh tersebut menunjukkan bagaimana kepemimpinan strategis dapat membentuk visi nasional yang jelas dalam menghadapi perubahan geopolitik global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial
-
Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April