- Mantan pejabat AS, Lawrence Wilkerson, mewanti-warni Netanyahu mungkin menggunakan bom nuklir jika strategi konvensional gagal melawan Iran.
- Wilkerson mengkritik keras serangan udara Israel dan AS yang disebut telah mengakibatkan kerusakan sipil masif dan kejahatan perang.
- Iran melalui IRGC mengancam akan melancarkan serangan balik masif menggunakan rudal berhulu ledak minimal satu ton ke sasaran di Israel.
Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah kini mencapai titik nadir yang paling mengkhawatirkan dengan munculnya peringatan mengenai potensi penggunaan senjata pemusnah massal yakni bom nuklir.
Lawrence Wilkerson, seorang pensiunan kolonel Angkatan Darat Amerika Serikat yang juga mantan pejabat tinggi di pemerintahan, memberikan pernyataan mengejutkan terkait arah kebijakan militer Israel.
Dalam sebuah wawancara mendalam, Wilkerson menyoroti kemungkinan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengambil langkah ekstrem dengan melibatkan bom nuklir dalam konfrontasinya melawan Iran.
Lawrence Wilkerson bukan sosok sembarangan dalam peta politik dan militer global. Sebagai mantan Kepala Staf Menteri Luar Negeri Colin Powell, ia memiliki akses dan pemahaman mendalam mengenai strategi pertahanan di kawasan tersebut.
Menurut Wilkerson, ambisi dan tekanan politik yang dialami Netanyahu dapat mendorong sang Perdana Menteri pada keputusan yang tidak terbayangkan sebelumnya jika kekuatan militer konvensional dianggap gagal mencapai tujuan strategis Tel Aviv.
Pernyataan Wilkerson tersebut disampaikan saat wawancara dengan media AS Democracy Now terkait perang AS dan Israel dengan Iran.
Dalam pandangannya, eskalasi yang terus meningkat dan ketahanan Iran dalam menghadapi gempuran udara serta sanksi ekonomi telah menciptakan rasa frustrasi di pihak kepemimpinan Israel.
Hal ini diperparah dengan fakta bahwa Iran terus memperkuat posisi militernya dengan teknologi rudal yang semakin canggih dan mematikan.
Wilkerson memberikan penekanan khusus pada bagaimana Netanyahu menginterpretasikan situasi perang yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Peringatan dari Iran: Harga Minyak Dunia Akan Tembus 200 dolar AS per Barel
Ia menilai ada perbedaan pandangan yang tajam antara para pemimpin politik mengenai skala konflik ini.
"Ini adalah perang jangka panjang. (Presiden AS Donald) Trump sangat salah menafsirkannya. Satu-satunya orang yang tepat menginterpretasikannya adalah Bibi Netanyahu," kata Wilkenson di akun Youtube Democracy Now.
Kekhawatiran utama yang muncul adalah skenario di mana Israel merasa terdesak secara eksistensial.
Wilkerson memprediksi bahwa senjata nuklir bukan lagi sekadar instrumen gertakan, melainkan opsi nyata di meja kerja Netanyahu jika Iran mulai melepaskan seluruh kekuatan tempurnya.
"Saya pikir dia (Netanyahu) siap menggunakan senjata nuklir jika situasinya memburuk seperti yang terlihat sekarang, karena Iran bahkan belum menembakkan rudal-rudal yang paling canggih," tuturnya lagi.
Hingga saat ini, status kepemilikan senjata nuklir Israel tetap menjadi misteri yang menyelimuti kawasan tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Peringatan dari Iran: Harga Minyak Dunia Akan Tembus 200 dolar AS per Barel
-
Dirumorkan Tewas Dibom Iran, Benjamin Netanyahu Terakhir Terlihat di Lokasi Ini
-
Misteri Hilangnya Benjamin Netanyahu: Rumor Tewas Kena Rudal Iran vs Klarifikasi Resmi Israel
-
Iran Luncurkan Rudal dengan Hulu Ledak 2 Ton ke Israel dan Pangkalan AS
-
Bayangan Hitam Iran yang Bikin Israel Gemetar: Mengenal Pasukan NOPO Pengawal Mojtaba Khamenei
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda
-
Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya
-
Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak
-
Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah
-
Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle
-
Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur
-
Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan