News / Internasional
Rabu, 11 Maret 2026 | 22:35 WIB
Ilustrasi bom nuklir meledak. [Shutterstock]
Baca 10 detik
  • Mantan pejabat AS, Lawrence Wilkerson, mewanti-warni Netanyahu mungkin menggunakan bom nuklir jika strategi konvensional gagal melawan Iran.
  • Wilkerson mengkritik keras serangan udara Israel dan AS yang disebut telah mengakibatkan kerusakan sipil masif dan kejahatan perang.
  • Iran melalui IRGC mengancam akan melancarkan serangan balik masif menggunakan rudal berhulu ledak minimal satu ton ke sasaran di Israel.

Israel sendiri diklaim memiliki senjata nuklir, namun Tel Aviv menolak berkomentar terkait dugaan kepemilikan bom nuklir.

Kebijakan ambiguitas nuklir ini telah dijalankan selama puluhan tahun, namun peringatan dari Wilkerson memberikan dimensi baru bahwa kerahasiaan tersebut bisa saja berakhir dengan ledakan nyata di medan tempur.

Selain ancaman nuklir, Wilkerson juga melontarkan kritik tajam terhadap cara Amerika Serikat dan Israel menjalankan operasi militer mereka selama ini.

Ia menyoroti dampak kemanusiaan yang sangat besar akibat serangan-serangan udara yang menyasar wilayah padat penduduk.

Wilkenson mengatakan AS dan Israel juga telah melakukan "kejahatan perang" yang sembrono terhadap Iran.

Kritik tersebut didasarkan pada laporan mengenai kerusakan infrastruktur sipil yang masif di wilayah-wilayah konflik.

Menurut Wilkerson, narasi yang berkembang di media seringkali tidak mencerminkan realitas pahit di lapangan.

"Kita telah mengebom sipil tanpa henti. Kita mengebom sekolah dan kita mengebom rumah sakit," kata Wilkenson.

Ia kemudian mengatakan media-media besar Barat seolah mengecilkan skala kehancuran di Israel akibat serangan Iran dan seberapa sukses Teheran dalam bertahan.

Baca Juga: Peringatan dari Iran: Harga Minyak Dunia Akan Tembus 200 dolar AS per Barel

Di sisi lain, Iran melalui Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) tidak tinggal diam menghadapi ancaman tersebut. Teheran telah menyiapkan doktrin pertahanan dan serangan balik yang sangat agresif.

IRGC sebelumnya bersumpah akan menggencarkan serangan untuk meratakan Israel dengan rudal-rudal berhulu ledak besar. Ancaman ini bukan sekadar retorika, mengingat perkembangan pesat teknologi kedirgantaraan Iran dalam satu dekade terakhir.

Komandan IRGC IRGC Hossein Majid mengatakan Iran tidak akan lagi menggunakan rudal dengan hulu peledak kurang dari satu ton.

Pernyataan ini menandakan pergeseran strategi dari serangan presisi terbatas menuju gempuran dengan daya hancur maksimal. Iran akan memakai semua stok rudalnya yang memiliki hulu ledak minimal satu ton untuk melancarkan gempuran masif ke Israel.

Target serangan ini pun telah ditentukan secara spesifik oleh militer Iran.

Majid mengatakan rudal-rudal tersebut akan diarahkan ke Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat yang tersebar di Timur Tengah, dikutip dari Middle East Monitor.

Load More