- Mantan pejabat AS, Lawrence Wilkerson, mewanti-warni Netanyahu mungkin menggunakan bom nuklir jika strategi konvensional gagal melawan Iran.
- Wilkerson mengkritik keras serangan udara Israel dan AS yang disebut telah mengakibatkan kerusakan sipil masif dan kejahatan perang.
- Iran melalui IRGC mengancam akan melancarkan serangan balik masif menggunakan rudal berhulu ledak minimal satu ton ke sasaran di Israel.
Israel sendiri diklaim memiliki senjata nuklir, namun Tel Aviv menolak berkomentar terkait dugaan kepemilikan bom nuklir.
Kebijakan ambiguitas nuklir ini telah dijalankan selama puluhan tahun, namun peringatan dari Wilkerson memberikan dimensi baru bahwa kerahasiaan tersebut bisa saja berakhir dengan ledakan nyata di medan tempur.
Selain ancaman nuklir, Wilkerson juga melontarkan kritik tajam terhadap cara Amerika Serikat dan Israel menjalankan operasi militer mereka selama ini.
Ia menyoroti dampak kemanusiaan yang sangat besar akibat serangan-serangan udara yang menyasar wilayah padat penduduk.
Wilkenson mengatakan AS dan Israel juga telah melakukan "kejahatan perang" yang sembrono terhadap Iran.
Kritik tersebut didasarkan pada laporan mengenai kerusakan infrastruktur sipil yang masif di wilayah-wilayah konflik.
Menurut Wilkerson, narasi yang berkembang di media seringkali tidak mencerminkan realitas pahit di lapangan.
"Kita telah mengebom sipil tanpa henti. Kita mengebom sekolah dan kita mengebom rumah sakit," kata Wilkenson.
Ia kemudian mengatakan media-media besar Barat seolah mengecilkan skala kehancuran di Israel akibat serangan Iran dan seberapa sukses Teheran dalam bertahan.
Baca Juga: Peringatan dari Iran: Harga Minyak Dunia Akan Tembus 200 dolar AS per Barel
Di sisi lain, Iran melalui Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) tidak tinggal diam menghadapi ancaman tersebut. Teheran telah menyiapkan doktrin pertahanan dan serangan balik yang sangat agresif.
IRGC sebelumnya bersumpah akan menggencarkan serangan untuk meratakan Israel dengan rudal-rudal berhulu ledak besar. Ancaman ini bukan sekadar retorika, mengingat perkembangan pesat teknologi kedirgantaraan Iran dalam satu dekade terakhir.
Komandan IRGC IRGC Hossein Majid mengatakan Iran tidak akan lagi menggunakan rudal dengan hulu peledak kurang dari satu ton.
Pernyataan ini menandakan pergeseran strategi dari serangan presisi terbatas menuju gempuran dengan daya hancur maksimal. Iran akan memakai semua stok rudalnya yang memiliki hulu ledak minimal satu ton untuk melancarkan gempuran masif ke Israel.
Target serangan ini pun telah ditentukan secara spesifik oleh militer Iran.
Majid mengatakan rudal-rudal tersebut akan diarahkan ke Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat yang tersebar di Timur Tengah, dikutip dari Middle East Monitor.
Kekuatan rudal Iran mencakup berbagai jenis yang dirancang untuk menembus sistem pertahanan udara paling canggih sekalipun, termasuk sistem Iron Dome dan Arrow milik Israel.
IRGC juga mengatakan sempat meluncurkan sejumlah rudal balistik 'kelas berat' berjenis hipersonik dengan daya ledak tinggi ke target-target di Israel.
Rudal-rudal tersebut antara lain Ghadr, Emad, dan Fattah, bahkan termasuk rudal Kheibar dalam serangan ke-34 "Operation True Promise 4," dikutip dari Irib News.
Penggunaan rudal hipersonik seperti Fattah menjadi sorotan dunia karena kecepatannya yang sangat tinggi membuat waktu reaksi sistem pertahanan lawan menjadi sangat terbatas, meningkatkan risiko kehancuran total di titik sasaran.
Tag
Berita Terkait
-
Peringatan dari Iran: Harga Minyak Dunia Akan Tembus 200 dolar AS per Barel
-
Dirumorkan Tewas Dibom Iran, Benjamin Netanyahu Terakhir Terlihat di Lokasi Ini
-
Misteri Hilangnya Benjamin Netanyahu: Rumor Tewas Kena Rudal Iran vs Klarifikasi Resmi Israel
-
Iran Luncurkan Rudal dengan Hulu Ledak 2 Ton ke Israel dan Pangkalan AS
-
Bayangan Hitam Iran yang Bikin Israel Gemetar: Mengenal Pasukan NOPO Pengawal Mojtaba Khamenei
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda