- Rocky Gerung mengkritik pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai pembelaan diri atas kegagalan akademisnya di UI.
- Rocky Gerung menilai isu ijazah Presiden Jokowi akan terus berlanjut hingga publik mendapatkan kejelasan yang pasti.
- Rocky Gerung memperingatkan konflik geopolitik AS-Iran dapat memicu krisis ekonomi dan kerusuhan sosial domestik di Indonesia.
Suara.com - Pengamat politik Rocky Gerung memberikan komentar menohok terkait pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang menyebut bahwa jenjang sekolah tidak menjamin kualitas seseorang.
Rocky Gerung menilai pernyataan tersebut merupakan bentuk pembelaan diri atau apologi atas kegagalan akademis Bahlil di Universitas Indonesia (UI).
Dalam diskusi bersama jurnalis senior Hersubeno Arief di kanal YouTube Rocky Gerung Official, Rocky menyebut bahwa Bahlil seolah baru menyadari bahwa ijazah hanyalah tanda seseorang pernah bersekolah, namun bukan bukti bahwa seseorang pernah berpikir.
"Ucapan Bahlil itu sebetulnya sekadar apologi terhadap kegagalan dia untuk memperoleh ijazah di UI," ujar Rocky, dikutip pada Kamis (12/3/2026)
Ia menambahkan bahwa bagi seorang menteri, ijazah tidaklah krusial dibandingkan dengan kebijakan yang pro-rakyat.
"Kebijakannya harus tiba di dapur dan piring emak-emak, bukan tiba di kantong-kantong oligarki," tegasnya.
Tak hanya menyinggung Bahlil, diskusi tersebut juga menyentuh isu ijazah mantan Presiden Joko Widodo yang kembali mencuat. Rocky menyoroti langkah hukum berupa restorative justice yang diajukan oleh beberapa pihak terkait isu ini.
Menurutnya, isu ijazah Jokowi akan terus bergulir selama belum ada jawaban pasti mengenai keasliannya di mata publik.
Peringatan Krisis Domestik
Baca Juga: Beri Ucapan Selamat Ultah ke-12, Rocky Gerung: Suara.com Selalu Memperlihatkan Kecerdasan
Di sisi lain, Rocky Gerung juga menaruh perhatian serius pada situasi geopolitik global, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Ia memperingatkan bahwa dampak dari konflik tersebut dapat memicu krisis ekonomi domestik di Indonesia, yang jika tidak dikelola dengan baik, bisa berujung pada kerusuhan sosial (social unrest).
Rocky menekankan pentingnya peran masyarakat sipil, mulai dari akademisi, jurnalis, hingga NGO (Non-Governmental Organization) untuk bersiap menghadapi kemungkinan krisis.
Ia mengkhawatirkan faktor-faktor struktural seperti kesulitan ekonomi dan fluktuasi harga BBM (Bahan Bakar Minyak) dapat memicu keresahan publik yang eskalatif.
"Segala hal yang memungkinkan kita masuk di dalam radical break sudah tersedia… Jadi kalau lembaga-lembaga demokrasi bekerja, itu krisis nggak ada soal tuh," kata Rocky.
Ia menutup diskusi dengan peringatan agar penyelesaian krisis tetap berada pada wilayah sipil dengan prinsip civilian value, serta menghindari campur tangan militer yang berlebihan dalam krisis politik agar kehidupan demokrasi tidak terganggu.
“Jadi sekali lagi kita mesti buka ini sebagai problem supaya jangan takut ada krisis, yang penting argumentasi dan koordinasi di wilayah sipil itu dilakukan dengan prinsip civilian value,” pungkas Rocky. (Dinda pramesti K)
Berita Terkait
-
Fenomena Panic Buying BBM Hantui Daerah-daerah, Apa Pemicu dan Dampaknya?
-
Beri Ucapan Selamat Ultah ke-12, Rocky Gerung: Suara.com Selalu Memperlihatkan Kecerdasan
-
Bahlil Ungkap Progres Mandatori B50 di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia
-
Bahlil Imbau Publik Jangan Panik, Ini Penjelasan Soal Ketahanan BBM 21 Hari
-
Bahlil Optimistis Dua Kapal Pertamina yang Terjebak di Selat Hormuz Segera Bebas
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Resmi Latih Italia, Roberto Mancini Dibuat Frustasi oleh Shin Tae-yong dan Timnas Indonesia
-
Keruwetan Aturan Rokok, Bikin Investasi di Industri Hasil Tembakau Seret
-
Ganti 13.000 KM Pipa Tua Jakarta, PAM Jaya Siapkan Proyek Jumbo Rp22,8 Triliun
-
BUKA Kantongi Pendapatan Rp 4 T di Semester I 2026, Ditopang Segmen Gaming
-
Tragedi Menyalip di Sampang: Ibu Muda Tewas Terhempas, Bayi 8 Bulan Alami Patah Tulang
-
Dari Rollover hingga Digital Trust, Begini Strategi Indosat Menindaklanjuti Putusan MK
-
Debut Gila Mitchell Baker, Media Vietnam: Ancaman Serius, Senjata Mematikan Timnas Indonesia
-
4 Zodiak yang Diprediksi Menarik Keberuntungan Hari Ini 29 Juli 2026, Kamu Termasuk?
-
Ke Depan Tak Ada Lagi Kecelakaan Kereta Api , KAI Kembangkan Teknologi Baru
-
Petaka MBG: 211 Siswa Kediri Tumbang Keracunan, Program Dihentikan Sementara