- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan program mandatori B50 masih dalam tahap uji coba.
- Mandatori B50 adalah pencampuran 50 persen BBN pada solar, didorong kenaikan harga minyak dunia.
- Pemerintah mencari alternatif energi domestik guna memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkap progres program mandatori B50 yang awalnya direncanakan akan mulai berlaku pada semester II 2026. Bahlil menyebut bahwa program tersebut masih dalam proses uji coba.
"Kita B50 sekarang masih dalam uji coba. Nanti di semester IU uji cobanya sudah selesai," kata Bahlil.
Bahlil menilai rencana mandatori B50 sejalan dengan situasi harga minyak dunia yang melonjak akibat perang yang terjadi di Timur Tengah. Mandatori B50 merupakan pencampuran bahan bakar nabati (BBN) ke dalam bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dengan komposisi masing-masing 50 persen.
"Ini juga ada hikmahnya, karena kita diberikan karunia oleh Allah, kita mempunyai CPO (minyak sawit). Supaya kalau kemudian kejadian ini (perang) terus terjadi, ya kita tingkatkan ke B50, bisa ke B60 atau sebagian kita switch untuk ke bensin," sebut Bahlil.
Disebutnya di tengah situasi saat ini, pemerintah harus mencari alternatif demi memastikan ketahanan energi nasional.
"Karena ini kan kita mencari akal semuanya, dengan memakai semua sumber-sumber energi domestik, untuk kita memperkuat sebagai bagian dari pada ketahanan energi," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Harga minyak global sempat menembus level 100 dolar AS per barel sebelum akhirnya melandai di atas 80 dolar AS per barel.
Angka tersebut melampaui asumsi harga minyak mentah (ICP) dalam APBN 2026 yang ditetapkan sebesar 70 dolar AS per barel. Selisih harga tersebut yang berpotensi membebani anggaran subsidi BBM nasional.
Baca Juga: Bahlil Imbau Publik Jangan Panik, Ini Penjelasan Soal Ketahanan BBM 21 Hari
Berita Terkait
-
Filipina Pangkas Hari Kerja Demi Efisiensi Minyak, Bahlil Justru Gercep Garap Proyek B50 dan E20
-
Kiamat Energi Mengintai, Harga Minyak Dunia Meledak 30 Persen akibat Perang
-
Minyak Dunia Tembus USD 100, Bahlil Cuma Omon-omon Janji Manis BBM Tak Naik?
-
Harga Minyak Dunia Naik 68 Persen, Defisit APBN Ambrol Tembus Batas Aman?
-
Goldman Sachs Ramal Harga Minyak Tembus USD100 Pekan Depan
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026, Bukti Konsistensi Disiplin dan Semangat Juang
-
BRI Beri Reward Spesial untuk Agen BRILink, Bisa Dapat Emas Batangan 2 Gram
-
Purbaya Ungkap Rahasia Indonesia Masih Kuat di Tengah Krisis Minyak
-
Jurus Bos BI Jaga Stabilitas Ekonomi RI
-
Tarik Ulur Larangan Vape, Industri dan Pekerja Was-was
-
Segini Ramalan Harga Emas Antam untuk Sepekan Depan
-
Purbaya Bantah Dana SAL Milik Pemerintah Sisa Rp 120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak!
-
Purbaya Klarifikasi Tarik Pajak Selat Malaka: Saya Tahu Betul Peraturannya
-
Mandalika Racing Series 2026 Resmi Digelar, Pertamina Perkuat Pembinaan Pembalap Muda Indonesia
-
BNLI Bukukan Laba Bersih Rp920 Miliar pada Kuartal I 2026, Cek Likuiditasnya