- Terminal Jombor Sleman mencatat kenaikan 10% penumpang bus harian per 13 Maret 2026, diproyeksikan capai 34.000 total.
- Mayoritas pemudik awal menuju Sumatera, menyebabkan tiket bus ke tujuan tersebut ludes terjual hingga 20 Maret 2026.
- Harga tiket bus AKAP mengalami kenaikan bertahap sesuai kebijakan masing-masing Perusahaan Otobus (PO) di terminal tersebut.
Suara.com - Volume penumpang di Terminal Jombor, Sleman, DIY mulai menunjukkan peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri. Mayoritas pemudik yang memilih menggunakan bus berasal dari daerah Sumatra.
Dinas Perhubungan (Dishub) DIY mencatat kenaikan pergerakan penumpang sebesar 10 persen dibandingkan hari biasa. Sejauh ini rata-rata ada 2.000 penumpang keberangkatan per hari sejak 13 Maret 2026.
"Ya, untuk pergerakan ini sudah ada kenaikan dari biasanya mulai H- yang tanggal 13 (Maret) kemarin sudah ada kenaikan dari hari biasa. Jadi sekitar 10 persen," kata Kasi Pengelolaan Terminal Dishub DIY, Taufik Sukmawan, saat ditemui di Terminal Jombor, Senin (16/3/2026).
Taufik mengatakan tren kenaikan ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga mencapai puncaknya pada H-3 Lebaran.
Pihaknya memproyeksikan total sekitar 34.000 penumpang akan memadati terminal selama periode angkutan Lebaran tahun ini.
"Perkiraan ya sekitar 34.000-an sepanjang periode mudik," ucapnya.
Tiket Sumatera Habis Terjual
Ketua Paguyuban Agen Bus Malam (PABIMA) Terminal Jombor, Ambar Yanti, mengungkapkan bahwa mayoritas pemudik pada gelombang awal ini didominasi oleh penumpang tujuan Lintas Sumatera, khususnya Lampung dan Palembang.
Ia menyebutkan bahwa tiket untuk keberangkatan hingga 20 Maret 2026 sudah habis terjual.
"Sumatra kalau yang ini (mudik), rata-rata Lampung. Sudah (full booked) sampai tanggal 20 (Maret)," ungkap Yanti.
Baca Juga: Mudik Tenang Cegah Kebakaran, Ini yang Wajib Dilakukan Sebelum Mengunci Pintu Rumah
Seiring tingginya permintaan, harga tiket bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) mengalami penyesuaian secara bertahap. Yanti menjelaskan bahwa kenaikan harga merupakan kebijakan masing-masing perusahaan otobus (PO) dan bukan wewenang paguyuban.
Sebagai contoh, harga tiket yang semula Rp490.000 kini telah mencapai Rp640.000 untuk rute tertentu.
"Kalau masalah kenaikan harga bukan dari paguyuban, tapi dari PO-nya. Kita hanya ngikut saja. Dari PO-nya punya kebijakan untuk kenaikan harga sekian ribu ya sudah kita ngikut saja," ucapnya.
Pekerja Kafe–Tol Ikut Mudik
Di sisi lain, para pemudik mengaku telah mempersiapkan perjalanan jauh-jauh hari untuk menghindari kehabisan tiket. Seperti yang dilakukan Levia (20), seorang pekerja kafe di sebuah sekolah di Yogyakarta.
"Kebetulan saya nyari (tiket) jauh-jauh hari, persiapan untuk pulang biar kebagian," ucap Levia.
Levia memilih mudik ke Palembang lebih awal demi kenyamanan dan efisiensi waktu perjalanan darat.
Berita Terkait
-
Mudik Tenang Cegah Kebakaran, Ini yang Wajib Dilakukan Sebelum Mengunci Pintu Rumah
-
Di Tengah Hiruk Pikuk Pasar Senen, Hiburan Musik Jalanan Hibur Para Pemudik
-
388 Motor Pemudik Jakarta Diangkut Truk ke Solo, Semarang, Yogyakarta
-
Daftar Lengkap Lokasi SPKLU di Yogyakarta untuk Libur Lebaran 2026
-
Mudik Lebaran Mulai Padat, Antrean Kendaraan di Gilimanuk Tembus KM 15
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan
-
Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia
-
Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi
-
Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda
-
Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan