- PDIP gelar open house di kantor DPP pada hari pertama Lebaran.
- Megawati dan Puan Maharani dijadwalkan hadir dalam open house di DPP.
- Silaturahmi Lebaran PDIP dipusatkan di DPP demi kapasitas yang lebih besar.
Suara.com - PDI Perjuangan (PDIP) dipastikan akan menggelar acara open house dalam rangka merayakan Idulfitri tahun ini. Berbeda dengan tradisi sebelumnya yang kerap dilaksanakan di kediaman pribadi, kali ini acara silaturahmi tersebut akan dipusatkan di kantor DPP PDIP.
Ketua DPP PDIP, Charles Honoris, mengonfirmasi bahwa agenda tersebut akan dilaksanakan di kantor pusat partai.
"Tahun ini open house diadakan di DPP partai, jadi tidak di rumah, melainkan di kantor DPP," ujar Charles di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Charles juga mengungkapkan bahwa Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dijadwalkan hadir untuk menyambut para tamu. Saat ditanya mengenai kepastian kehadiran Megawati, ia memberikan sinyal positif.
"Sepertinya iya," ucapnya.
Tak hanya Megawati, Ketua DPP PDIP yang juga Ketua DPR RI, Puan Maharani, disebut akan turut serta dalam agenda tersebut. "Sepertinya beliau juga akan hadir di kantor DPP partai," tambah Charles.
Mengenai alasan perpindahan lokasi dari kediaman pribadi Megawati ke kantor partai, Charles menegaskan tidak ada alasan politik tertentu di baliknya. Ia menjelaskan bahwa kantor DPP dipilih karena memiliki kapasitas yang lebih luas untuk menampung tamu dalam jumlah besar.
"Tidak ada alasan khusus. Mungkin agar tidak repot jika dilakukan di rumah, dan kami rasa kantor DPP tempatnya lebih besar sehingga bisa mengundang orang lebih banyak," jelasnya.
"Saya rasa tidak ada maksud tertentu Ibu merayakan open house di DPP," sambungnya.
Baca Juga: Mudik Lebaran Pengaruhi Polusi Udara di Indonesia, Apa yang Harus Dilakukan?
Rencananya, kegiatan open house ini akan dilaksanakan tepat pada hari pertama Lebaran. Charles menyebutkan bahwa agenda tersebut dijadwalkan mulai menjelang siang hari.
"Dilaksanakan hari pertama, tanggal 21 Maret," ungkap Charles.
erkait undangan resmi, ia menjelaskan bahwa koordinasi internal telah dilakukan untuk menginformasikan jadwal tersebut kepada fungsionaris.
"Belum ada undangan formal, namun internal DPP sudah diinformasikan bahwa akan ada open house di kantor pusat pada siang hari, sekitar pukul 11.00 WIB," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Terus Menyala, Keputusan Trump di Selat Hormuz Makin Perburuk Kondisi
-
Kado Pahit Jelang May Day, Perusahaan Global Commscope Diseret ke Meja Hijau PN Jakpus Soal PHK
-
Ogah Gabung May Day Bareng Prabowo, KPA Ingatkan Masalah Buruh-Petani dan Nelayan Belum Rampung
-
Kabar Baik Usai Kecelakaan Bekasi! KAI: 99% Kereta Kembali On Time, 20 Ribu Tiket Tuntas Direfund
-
Maut Tak Kasatmata: Leher Terjerat Benang Misterius, Pemotor di Karawang Tewas Berlumur Darah
-
Aliansi GEBRAK Bongkar Fakta Kekerasan Agraria, DPR Diminta Tak Lagi Diam
-
Pecah Telur ke Jakarta di Usia 60 Tahun, Buruh Cilacap Ini Rela Antre Sembako di Tengah Aksi May Day
-
KPA Tolak May Day Fiesta, Soroti Masalah Buruh hingga Petani Belum Tuntas
-
Aksi May Day di Monas 'Banjir' Sembako dari Istana
-
Gus Lilur Bongkar Peta Kekuatan Muktamar NU, 400 Suara Mengerucut ke Satu Poros?