- Peneliti Senior LIPI, Mohamad Sobary, mengkritik dinamika politik Keluarga Solo sebagai perilaku menyimpang dari nilai budaya Jawa.
- Sobary menyoroti keengganan Jokowi menunjukkan ijazah asli di sidang karena mengabaikan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik.
- Kritik juga diarahkan kepada Kaesang Pangarep atas kapasitas kepemimpinannya dan manuver politik dianggap mengkhianati PDIP.
Suara.com - Peneliti Senior LIPI, Mohamad Sobary, melontarkan kritik tajam terhadap dinamika politik yang melibatkan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan keluarganya, yang ia sebut sebagai “Keluarga Solo”.
Alih-alih melihat fenomena tersebut sebagai bagian dari pelestarian budaya, Sobary justru menilainya sebagai bentuk perilaku menyimpang.
Ia menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan keluarga tersebut saat ini tidak mencerminkan nilai-nilai kebudayaan yang luhur, meskipun mereka berasal dari latar belakang budaya Jawa.
“Ini kan sesuatu yang punya nama sendiri dalam ilmu sosiologi. Ini disebut perilaku menyimpang. Deviant behavior dari keluarga Solo ini. Perilaku yang sangat menyimpang jika diletakkan dalam konteks kebudayaan—mau menang sendiri, ingin berkuasa sendiri,” ujar Sobary dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Rabu (18/3/2026).
Soroti Polemik Ijazah dan Transparansi Publik
Salah satu poin yang disoroti Sobary adalah polemik dugaan ijazah palsu yang masih bergulir. Ia mengkritik sikap Jokowi yang enggan menunjukkan ijazah aslinya di persidangan dengan alasan hak pribadi.
Menurutnya, pendekatan tersebut mengabaikan prinsip Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Ia menilai bahwa ketika ijazah digunakan sebagai syarat untuk jabatan publik, maka dokumen tersebut tidak lagi sepenuhnya menjadi urusan pribadi.
“KIP, keterbukaan informasi publik, dalil ini hilang. Lawyer-lawyernya tidak tahu KIP. Nasihatnya jadi seperti itu. Lalu Jokowi mengkhianati dirinya sendiri—tidak hormat, tidak mau datang ke pengadilan,” lanjutnya.
Kritik untuk Kaesang dan Isu ‘Pengkhianatan’ terhadap PDIP
Baca Juga: Bengkulu Hari Ini: Refleksi Kepemimpinan, Korupsi, dan Peran Masyarakat
Tak hanya Jokowi, Sobary juga mengkritik langkah politik putra bungsunya, Kaesang Pangarep, yang kini menjabat sebagai Ketua Umum PSI.
Ia meragukan kapasitas kepemimpinan Kaesang yang dinilai terbentuk secara instan dan minim pengalaman organisasi sejak muda.
“Kalau dia pernah jadi OSIS, mungkin kita agak hormat. Ini saja tidak,” ujarnya.
Terkait manuver politik yang kerap berseberangan dengan PDI Perjuangan, Sobary menilai langkah tersebut sulit berhasil. Ia bahkan menyebut adanya pengkhianatan terhadap partai yang selama ini dianggap berperan dalam perjalanan politik Jokowi.
“Kaesang itu tidak akan bisa mengalahkan. Tidak mungkin. PDIP tetap kuat. Pengurusan Jokowi sekarang ini rumit sekali,” tuturnya.
Masa Depan yang Dinilai Makin Menantang
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
-
Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan
-
KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka
-
Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata
-
Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas