- TNI telah mengumumkan empat prajurit (NDP, SL, BHW, ES) sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
- Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, mengalami luka bakar 24% setelah disiram air keras pada Kamis (12/3/2026) malam.
- Aktivis meminta pengusutan tuntas hingga aktor intelektual sebagai momentum kejujuran institusi militer saat ini.
Suara.com - TNI telah mengumumkan empat prajuritnya sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
Aktivis 98, Ubedilah Badrun, meminta agar pengusutan dalang penyiraman terhadap Andrie Yunus harus menjadi titik balik kejujuran militer.
Sebab, saat ini kondisi keterbukaan informasi di era digital tidak lagi memungkinkan adanya fakta yang ditutupi, seperti pada masa Orde Baru.
"Era sekarang bukan era lagi zaman Orde Baru. Ini era digital society yang memungkinkan semua hal bisa dibongkar,” kata Ubedillah, dalam diskusi yang digelar Komrad Pancasila, bertajuk Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus, di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026).
“Jadi, saya kira mesti menjadi momentum penting untuk tentara jujur, ya siapa aktor intelektual di balik ini," imbuhnya.
Ubedillah menegaskan, jika telah terbukti melakukan aksi penyiraman air keras terhadap Andrie, maka para prajurit ini harus dijatuhi hukuman berat.
"Kalau aktornya adalah bagian penting dari tentara, ya beri sanksi berat, enggak apa-apa. Itu kan sejarah kelam yang harus ditelan oleh mereka," ujar Ubedilah Badrun.
Dalam menjatuhkan sanksi, Ubedillah mengatakan militer tidak boleh melakukan tebang pilih. Ia mencontohkan langkah hukum yang dilakukan oleh institusi Polri dalam mempidanakan petinggi mereka jika terjerat pidana.
Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu mengatakan, kasus Andrie Yunus dipandang sebagai ujian bagi institusi untuk membuktikan bahwa mereka telah beranjak dari pola lama menuju perubahan yang lebih transparan.
Baca Juga: Pemerintah Apresiasi Langkah Cepat Polri Identifikasi Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
"Sama juga ketika para jenderal polisi juga dipenjara kan, yang beberapa waktu yang lalu itu. Jadi menurut saya sudah waktunya kita harus berubah, jangan lagi menggunakan pola-pola yang lama itu," ucapnya.
Sementara itu, Koordinator Komrad Pancasila, Antony Yudha, meyakini bahwa aktor intelektual dalam kasus tersebut dapat terbongkar. Kini, tanggung jawab tersebut berada di tangan pihak berwenang untuk mengungkapnya.
"Minimal ketahuan eksekutornya siapa kan. Dari empat orang inilah yang harus digali informasinya ke mana gitu, instruksinya oleh siapa gitu. Ya minimal petunjuk awalnya sudah dapat gitu," kata Antony.
Diketahui, Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto menyatakan pihaknya telah menerima penyerahan empat tersangka yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Andrie Yunus dari Denma Bais TNI. Adapun empat tersangka berinisial NDP, SL, BHW, dan ES.
Diketahui, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK). Akibatnya, Andrie mengalami luka bakar hingga 24 persen.
Akibat kejadian tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius, terutama di bagian mata kanan. Ia disiram air keras sepulang dari Kantor YLBHI usai melakukan siaran podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Berdasarkan penyelidikan, penyiraman terhadap Andrie melibatkan empat orang.
Berita Terkait
-
Pemerintah Apresiasi Langkah Cepat Polri Identifikasi Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Ada Perbedaan Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Versi TNI dan Polri, Ini Kata DPR
-
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komisi III DPR Sepakat Bentuk Panja
-
Aktivis LP3ES Kecam Penyiraman Air Keras Kepada Andrie Yunus: Alarm Pembungkaman Demokrasi
-
4 Prajurit BAIS Tersangka Penyiram Air Keras ke Aktivis Kontras, Apa Motifnya?
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya
Pilihan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
Terkini
-
PT USU Diduga Redam Kasus Pemerkosaan Buruh Tuli, Korban Di-PHK dan Pelaku Dipindah ke Luar Provinsi
-
Polisi Disebut Sulit Memahami Korban, Kasus Pemerkosaan Buruh Tuli di Madina Berlarut-larut
-
Biar Nggak 'Minta-minta' di Jalan, DPR Minta Polri Hidupkan Lagi Dana Patroli
-
Sindir Polisi 'Ngumpet' di Lampu Merah, DPR Usul Dana Patroli Dihidupkan: Biar Nggak Nyetop Lagi!
-
Diperkosa di Tempat Kerja, Buruh Tuli di Sumatra Kini Menganggur dan Hidup dalam Trauma
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Diperkosa Saat Bekerja di Kebun Sawit, Buruh Tuli Justru Di-PHK dan Pelaku Belum Ditangkap
-
Dijaga LPSK! Andrie Yunus Belum Bisa Muncul ke Publik
-
Sikapi Demo Mahasiswa, Said PDIP Minta Pemerintah Jadi Pendengar yang Baik
-
BEM Bersatu Ternyata Mahasiswa Palsu? Deretan Kampus yang 'Diseret' Konpers Beri Klarifikasi Keras