- KAI Daop 1 Jakarta mencatat lonjakan signifikan minat pada layanan kereta api lokal selama periode Lebaran 2026.
- KA Pangrango dan KA Siliwangi menjadi sorotan utama dengan okupansi tinggi pada rute Jawa Barat.
- Arus balik Lebaran 2026 menunjukkan pergerakan masif penumpang harian mencapai sekitar 48 hingga 52 ribu orang.
Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat adanya lonjakan peminat yang signifikan untuk layanan kereta api lokal selama periode mudik dan balik Lebaran 2026.
"Untuk KA lokal, tingkat okupansi cukup tinggi," kata Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo dalam keterangan di Jakarta, Selasa (24/3/2026).
Dua layanan kereta api lokal yang menjadi sorotan utama masyarakat adalah KA Pangrango dan KA Siliwangi yang melayani rute di wilayah Jawa Barat.
KA Pangrango diketahui melayani relasi Bogor-Sukabumi, sedangkan KA Siliwangi hadir memfasilitasi mobilitas warga untuk relasi Sukabumi-Cipatat.
"KA Pangrango mencatat okupansi sebesar 87 persen, dengan total 70.337 tiket terjual. Sementara KA Siliwangi telah melayani lebih dari 19.955 penumpang," lanjut Franoto.
Di sisi lain, KAI Daop 1 Jakarta juga melaporkan adanya fenomena pergerakan masif masyarakat pada masa Angkutan Lebaran 2026 ini.
Lonjakan mobilitas tersebut terlihat sangat mencolok terutama saat memasuki periode arus balik yang berlangsung sejak 23 Maret hingga 1 April 2026 mendatang.
"Jumlah kedatangan harian berada di kisaran 48 ribu hingga lebih dari 52 ribu penumpang," jelas Franoto.
Khusus untuk data hari ini saja, volume kedatangan penumpang yang masuk ke wilayah Daop 1 Jakarta telah menyentuh angka 52.926 orang.
Baca Juga: Misi Menolak Jadi Kaum Rebahan: 6 Cara Memaksimalkan Waktu Libur Lebaran
Stasiun Pasar Senen hingga saat ini masih menjadi titik terpadat dengan total volume kedatangan mencapai 18.458 penumpang.
Kepadatan serupa juga terjadi di Stasiun Gambir dengan catatan 16.610 penumpang, yang kemudian diikuti oleh Stasiun Bekasi sebanyak 7.708 penumpang.
Sebagai informasi tambahan bagi calon penumpang, KAI masih menyediakan sebanyak 253.232 tempat duduk untuk periode arus balik hingga 1 April 2026.
Berita Terkait
-
Misi Menolak Jadi Kaum Rebahan: 6 Cara Memaksimalkan Waktu Libur Lebaran
-
Terintegrasi Banyak Tempat Wisata dan Pusat Perbelanjaan, LRT Bisa Jadi Solusi Libur Lebaran
-
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Hari Ini, One Way Nasional Diberlakukan
-
Arus Balik Lebaran Semakin Padat di Terminal Kampung Rambutan
-
Bank BCA Kapan Buka Setelah Lebaran 2026? Ini Tanggal Mulai Operasional Normal
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera
-
Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti
-
Ikan Sungai Batanghari Makin Hilang, dari 300 Spesies Kini Tinggal 135
-
Kapolri Jadi Anggota Tapak Suci, Dinilai Sebagai Langkah Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran
-
6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya
-
Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun
-
Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo
-
Polisi Dalami Sosok Febrio Adiono di Kasus Kematian Sutrimo
-
Karhutla Sumsel Tembus 909 Kejadian, Indikasi Luas Terdampak 664,87 Hektare
-
Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Aneh, Wamenkop Farida Farichah Ungkap Alasannya