News / Nasional
Jum'at, 27 Maret 2026 | 13:51 WIB
Prabowo Perintahkan Pembangunan Hunian Layak untuk Warga Pinggir Rel Senen. (Dok. Ist)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pembangunan hunian layak bagi warga pinggir rel di Senen, Jakarta Pusat.
  • Instruksi disampaikan Kamis malam kepada jajaran menteri, Dirut Perumnas, dan Direksi KAI untuk percepatan aksi.
  • Tindak lanjut berupa tim bergerak cepat menyiapkan pembangunan hunian baru dekat lokasi tinggal warga semula.

Suara.com - Setelah blusukan dan menyapa warga yang tinggal di kawasan pinggir rel kereta api di Senen, Jakarta Pusat, Presiden Prabowo Subianto langsung mengumpulkan jajaran dan memberikan instruksi sebagai langkah tindak lanjut rencana pembangunan hunian layak.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan Prabowo langsung menghubungi jajaran terkait untuk mempercepat penanganan tersebut, Kamis malam.

“Presiden Prabowo langsung memerintahkan Menteri Perumahan melalui telepon karena sedang di Toba (diwakili Sekjen Menteri), Menteri Pekerjaan Umum, Dirut Perumnas dan KAI (Kereta Api Indonesia) serta beberapa pejabat terkait untuk membangun rumah hunian bagi warga yang masih tinggal di pinggir rel kereta api,” kata Teddy dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/3/2026).

Instruksi dari kepala negara langsung mendapatkan respons. Jajaran pemerintahan menindaklanjuti dengan bergerak langsung ke lokasi pada hari ini.

“Hari ini juga tim sudah bergerak untuk menyiapkan proses pembangunan hunian baru yang letaknya tidak jauh dari kawasan asli tinggal mereka,” kata Teddy.

Sebelumnya, Prabowo mendengar langsung kondisi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Banyak di antara mereka telah menetap selama puluhan tahun di kawasan pinggir rel dengan fasilitas yang sangat minim.

“Menurut penyampaian warga, mereka sudah tinggal puluhan tahun di pinggir rel dengan hunian serta atap terbatas. Dan Bapak Presiden ingin agar warga tersebut dapat dibuatkan tempat tinggal dan MCK yang layak untuk ditempati sesegera mungkin,” kata Teddy.

Lebih dari sekadar relokasi, kebijakan ini dirancang dengan pendekatan kemanusiaan dan memastikan bahwa warga tetap dekat dengan lingkungan sosial dan sumber penghidupan mereka.

Pemerintah ingin perubahan ini tidak hanya menghadirkan tempat tinggal yang lebih aman, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. Di tengah hiruk-pikuk kota, keputusan cepat ini menjadi pesan bahwa negara hadir, mendengar, dan bertindak.

Baca Juga: Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar

Load More