- Simpati mengalir ke rumah duka Praka Farizal Rhomadhon, gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.
- Wakil Menteri Luar Negeri RI mengirimkan karangan bunga sebagai bentuk belasungkawa atas gugurnya prajurit tersebut.
- Persiapan pemakaman tengah dilakukan di Kulon Progo, rencananya akan dilaksanakan secara upacara militer.
Suara.com - Gelombang simpati dan penghormatan atas gugurnya Praka Farizal Rhomadhon dalam misi perdamaian di Lebanon terus mengalir ke rumah duka di Dusun Ledok, Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta.
Salah satu bentuk penghormatan datang langsung dari jajaran pemerintah pusat melalui Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia.
Pantauan Suara.com di lokasi menunjukkan sebuah karangan bunga berukuran besar telah berdiri di halaman depan kediaman almarhum.
Karangan bunga tersebut dikirimkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Muhammad Anis Matta, sebagai bentuk belasungkawa mendalam atas meninggalnya prajurit TNI tersebut.
"Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya Praka Farizal Rhomadhon," demikian petikan tulisan yang tertera pada papan karangan bunga dari Wamenlu.
Sementara itu, suasana di rumah duka hingga Senin (30/3/2026) siang tampak mulai didatangi warga sekitar untuk persiapan menyambut pelayat.
Sebuah tenda besar dengan deretan puluhan kursi plastik telah disiapkan di halaman rumah untuk mengantisipasi kehadiran warga dan kerabat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Pihak kewilayahan setempat mengonfirmasi bahwa seluruh perangkat desa dan warga telah berkoordinasi untuk menyiapkan prosesi penerimaan jenazah.
Meskipun memang hingga saat ini jadwal ketibaan jenazah dari Lebanon belum ada informasi lebih lanjut. Persiapan sarana dan prasarana di lokasi rumah duka telah disiagakan sepenuhnya.
Baca Juga: Apa Itu UNIFIL? Pasukan Perdamaian PBB Digempur Israel Sampai TNI Gugur
"Yang dilakukan ya persiapan untuk nanti kalau jenazah sudah datang mau upacara umum dan upacara dari militer," kata Dukuh Ledok, Sidorejo, Lendah, Kulon Progo, Wakidi, ditemui wartawan, Senin (30/3/2026).
Rencananya, kata Wakidi, setelah tiba di tanah air, jenazah Praka Farizal akan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Nambangan sesuai dengan permintaan pihak keluarga.
"Iya (pemakaman) umum. Itu permintaan keluarga seperti itu," ucapnya.
Terpisah, Komandan Kodim (Dandim) 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, menuturkan setelah tiba di kampung halamannya di wilayah Lendah, Kulon Progo, almarhum Praka Farizal Romadhon akan mendapatkan penghormatan terakhir melalui upacara pemakaman secara militer.
"Iya, betul, karena yang bersangkutan, almarhum gugur maka kita laksanakan upacara pemakaman militer," ujar Dyan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Perdamaian Iran - AS Batal Total
-
Anak Buah Donald Trump: Iran dan AS Akan Hentikan Serangan Sementara Waktu
-
Gelombang Panas Ekstrem Eropa Tewaskan 1000 Orang di Prancis Mayoritas Lansia
-
Internal Politik Israel Panas! Benjamin Netanyahu Ancam Keluar dari Partai Likud
-
Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur
-
Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan
-
Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa
-
Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe