- Tim hukum Jokowi mendesak kepolisian mengusut tuntas pendana isu ijazah palsu, termasuk sosok berjuluk "Charlie Chaplin".
- Tersangka Rismon telah mengakui keaslian ijazah Jokowi.
- Rismon mengajukan permohonan *restorative justice* kepada Polda Metro Jaya setelah dua tersangka lain dihentikan penyidikannya.
Suara.com - Polemik tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi kembali memanas. Kali ini, tim hukum mendesak aparat kepolisian membongkar sosok "Charlie Chaplin" yang diduga sebagai penyokong dana isu tersebut.
Ketua Tim Hukum Jokowi sekaligus Sekjen Peradi Bersatu, Ade Darmawan meminta penyidik Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya tidak berhenti pada para tersangka.
"Panggilan terhadap kami untuk mempertegas isi dari kesepakatan (restorative justice yang diajukan Rismon Sianipar)," ungkap Ade kepada wartawan, Senin (30/3/2026).
Ade menegaskan isu yang beredar di media sosial terkait adanya pihak yang mendanai penyebaran tudingan ijazah palsu Jokowi tidak boleh diabaikan.
Ia bahkan secara terbuka menyinggung sosok “Charlie Chaplin” yang disebut-sebut dalam perbincangan publik.
"Saya mendengar ada Charlie Chaplin atau tokoh, saya hanya menyampaikan kepada saudara Rismon jangan bermain dengan perkara ini ungkap semuanya usut segera, siapa yang mendanai ini harus diproses," ujarnya.
Ade juga menilai, jika tidak ditangani serius, isu ini akan terus “digoreng” dan berpotensi menormalisasi dugaan tindak pidana.
"Ini harus diusut tuntas jangan biarkan isu ini digoreng terus dan dibiarkan menjadi hal biasa lumrah yang sebenarnya satu tindak pidana," ucapnya.
Tim hukum bahkan mendorong agar penyelidikan mengarah pada dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), jika terbukti ada aliran dana yang menggerakkan penyebaran isu tersebut.
Baca Juga: Komnas HAM Panggil Polda Metro Jaya soal Kasus Air Keras Andrie Yunus
Akui Ijazah Jokowi Asli
Di tengah polemik yang bergulir, tersangka Rismon sebelumnya telah menyatakan bahwa ijazah Presiden Jokowi adalah asli.
Pernyataan itu disampaikan usai pertemuannya dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, pada 13 Maret 2026.
"Iya, (ijazah Jokowi) asli. Karena apa, dengan kajian saya. Makanya saya bilang, truth hurts. Kebenaran itu menyakitkan. Tetapi lebih menyakitkan lagi yang saya rasakan kalau saya tidak mengungkapkannya dan lebih jujur,” ungkap Rismon.
Rismon juga telah mengajukan permohonan restorative justice kepada penyidik Polda Metro Jaya dalam perkara dugaan pencemaran nama baik terkait isu ijazah palsu Jokowi.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan permohonan tersebut disampaikan Rismon selaku tersangka pada awal Maret 2026.
Rismon juga sempat mendatangi Markas Polda Metro Jaya bersama kuasa hukumnya untuk menanyakan perkembangan permohonan tersebut.
Langkah ini dilakukan Rismon setelah penyidik Polda Metro Jaya lebih dahulu menghentikan penyidikan terhadap tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis setelah keduanya mencapai kesepakatan damai dengan pelapor.
Penghentian penyidikan tersebut ditandai dengan penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) melalui mekanisme keadilan restoratif.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis
-
Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura