- Rustam Effendi Piliang menggelar aksi di DPR RI pada April 2026 untuk kembali menuntut keaslian ijazah Jokowi.
- Tersangka kasus ijazah palsu ini mengklaim isu tersebut kembali mendapatkan perhatian luas masyarakat melalui media sosial.
- Rustam menyatakan tetap teguh menghadapi proses hukum sebagai upaya membuktikan tuduhannya melalui persidangan di pengadilan nantinya.
Suara.com - Aktivis yang juga tersangka kasus dugaan ijazah palsu Jokowi, Rustam Effendi Piliang, menegaskan bahwa gerakan yang ia pimpin tidak surut meski telah setahun berlalu sejak aksi “gerebek” rumah Jokowi di Solo pada April 2025. Dalam wawancara terbarunya, Rustam justru mengklaim kesadaran publik terhadap isu tersebut semakin meningkat.
Momentum peringatan satu tahun aksi itu, yang kali ini diarahkan ke Gedung DPR RI di Senayan, disebut Rustam sebagai upaya kembali membuka perhatian publik. Ia menilai hingga saat ini belum ada pembuktian konkret yang mampu menjawab keraguan pihaknya terkait keaslian ijazah mantan presiden tersebut.
"Artinya satu tahun ini supaya membuka mata publik kembali bahwa perjuangan kami ini sudah satu tahun, yang di mana Jokowi sampai hari ini nggak berani gitu loh menunjukkan ijazahnya," ujar Rustam dalam wawancara di kanal Madilog (21/04/2026).
Menurutnya, respons masyarakat terhadap aksi yang kembali digelar cukup besar, terutama di media sosial. Ia mengklaim isu tersebut kembali menguat dan mendapat perhatian luas dari publik.
"Alhamdulillah aksi kami ini menjadi puncak di sosial media gitu loh. Dan isu kembali lagi menguat bahwasanya ijazah Jokowi itu memang palsu... luar biasa, hampir semua sosial media itu muka saya semua gitu loh," klaimnya.
Rustam juga menyebut penyebutan sejumlah nama dalam polemik ini turut memicu perhatian publik yang lebih luas.
"Luar biasa. Saya melihat luar biasa hampir semua sosial media itu muka saya semua gitu loh. Dengan saya menyatakan Eko Panjul dan Pratikno," tuturnya.
Kenang Aksi ‘Gruduk’ di Solo
Mengenang aksi di Solo setahun lalu, Rustam menceritakan militansi massa yang ikut terlibat, termasuk kelompok ibu-ibu yang menurutnya tampil sangat berani di lapangan.
Baca Juga: Meski SP3 Rismon Terbit, Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ijazah Jokowi Belum Selesai
"Saya sempat kaget, itu ternyata banyak pejuang yang benar-benar mau ikut serta dalam perjuangan ini gitu loh. Bahkan yang saya bingung itu yang panas itu kenapa nenek-nenek gitu tuh, perempuan. Lebih militan dari saya," kenangnya.
Ia menilai aksi selama empat jam di depan rumah Jokowi saat itu menjadi titik penting yang memicu reaksi dari pihak yang ia sebut sebagai lawan. Termasuk, menurutnya, langkah hukum yang diambil terhadap dirinya dan sejumlah rekannya.
"Saat itu memang saya lihat Jokowi panik lah. Ya saya senang juga dia panik. Dia melaporkan itu artinya dia blunder," tegasnya.
Meski kini telah berstatus tersangka, Rustam mengaku tidak gentar menghadapi proses hukum yang berjalan. Ia bahkan menyatakan kesiapan jika kasus tersebut dilanjutkan ke tahap persidangan.
"Saya sih sebenarnya senang sekali nih Jokowi maju ke pengadilan… karena ini pintu awal nih untuk mengadili Jokowi," pungkasnya.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait atas pernyataan Rustam tersebut.
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
PSIM Yogyakarta Fokus Perkuat Lini Tengah, Datangkan Gelandang Polandia Adrian Purzycki
-
Taman Rekreasi Indonesia Bersiap Naik Level, Pelaku Industri dari Berbagai Negara Hadir di Jakarta
-
Jelang Muktamar NU Ke-35, Mohammad Nuh Jawab Isu Penyanderaan SK PCNU
-
Aston Villa Dikabarkan Jajaki Transfer Alejandro Garnacho dari Chelsea
-
Korban Ketiga Ledakan Rumah Mewah di Medan Ditemukan, Total 3 Tewas
-
Persiapan KUR Perumahan, Menteri PKP Sebut Kinerja BRI Tertinggi Dalam Penyaluran Program
-
PSIM Yogyakarta Pertahankan Empat Pemain Asing untuk Hadapi Musim 2026/2027
-
Barcelona Berpotensi Terima Rp63 Miliar dari FIFA Berkat Kontribusi Pemain di Piala Dunia 2026
-
Soroti Dugaan TPPU Febrie Adriansyah, Akademisi Dorong Penerapan Pemberatan Pidana Eks Jampidsus
-
Fabio Quartararo Gabung Honda, Separuh Kursi MotoGP 2027 Sudah Terisi