- Petani di Desa Panyingkiran, Majalengka, merasakan peningkatan kesejahteraan ekonomi akibat kenaikan harga jual gabah di masa pemerintahan Prabowo.
- Distribusi pupuk subsidi yang lebih mudah dan efisien berhasil menekan biaya operasional petani selama masa musim tanam berlangsung.
- Meskipun volume produksi padi cenderung stabil, lonjakan harga jual gabah meningkatkan margin keuntungan serta daya beli masyarakat desa.
Meskipun volume produksi padi per hektare cenderung tetap, namun margin keuntungan yang dibawa pulang oleh petani meningkat drastis karena efisiensi biaya tanam dan lonjakan harga jual gabah di pasar.
"Produksi padi hampir sama, stabil, dan rata, Pak. Tapi kalau penghasilan dari segi uang lebih banyak sekarang, karena ada peningkatan harga (gabah)," jelas Fachrudin.
Peningkatan pendapatan ini secara otomatis mengangkat daya beli masyarakat di pedesaan.
Meski saat ini dunia sedang dibayangi oleh ketidakpastian ekonomi global dan inflasi, para petani di Majalengka mengaku masih bisa merasakan perbaikan taraf hidup.
Fachrudin menilai jika kondisi geopolitik dunia lebih stabil, dampak kesejahteraan yang dirasakan petani bisa jauh lebih besar dari yang ada saat ini.
"Alhamdulillah lebih baik, Pak. Cuma mungkin karena ada geger perang atau gimana, sehingga ada kenaikan harga.
Kalau seandainya tidak ada perang itu pasti banyak petani yang membangun atau rehab rumah di kampung, dijamin tah," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Viral Kisah Haru Pemilik Bengkel Bantu Pejuang Kerja, Ujungnya Sama-Sama Nangis
-
Wiwit Tembakau di Lereng Sumbing, Doa Petani Sambut Musim Tanam 2026
-
Melihat Peran Perempuan Jadi Petani Sawit
-
Mengapa Memelihara Owa Jawa Bisa Merusak Regenerasi Hutan? Pakar Bilang Begini
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis