-
Terdakwa teror konser Taylor Swift di Wina mengakui semua tuduhan termasuk keanggotaan jaringan ISIS.
-
Rencana serangan bom tersebut menargetkan puluhan ribu penggemar yang berkumpul di luar stadion.
-
Taylor Swift merasa sangat ketakutan dan bersalah atas pembatalan konser demi keselamatan penggemarnya.
Persidangan juga menyingkap fakta bahwa Beran A merupakan bagian dari sel teror yang lebih luas.
Ia disidang bersama Arda K yang diduga terlibat dalam rencana serangan serentak di beberapa negara.
Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab menjadi target operasi mereka selama bulan suci Ramadan 2024.
Meskipun plot di Timur Tengah gagal dilakukan Beran, ia tetap melanjutkan niat jahatnya setibanya di Wina.
Integrasi jaringan ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman radikalisme yang menyasar acara hiburan skala internasional.
Pembatalan konser di Wina meninggalkan luka mendalam bagi sang superstar yang dikenal sangat mencintai penggemarnya.
Setelah sempat bungkam demi alasan keamanan, Taylor Swift akhirnya membagikan ketakutan pribadinya melalui platform media sosial Instagram.
“Dibatalkannya pertunjukan kami di Wina sangat menghancurkan hati,” tulis Swift dalam sebuah pernyataan resmi dua minggu kemudian.
Ia merasa terbebani oleh rasa bersalah meskipun pembatalan tersebut adalah langkah untuk menyelamatkan banyak nyawa.
Baca Juga: Simple Plan Kembali ke Indonesia, Konser di Jakarta dan Surabaya Rayakan 25 Tahun Berkarya
“Alasan pembatalan tersebut memenuhi saya dengan rasa takut yang baru, dan rasa bersalah yang luar biasa karena begitu banyak orang telah berencana untuk datang ke pertunjukan tersebut,” ungkap sang penyanyi.
Kasus ini bermula pada Agustus 2024 ketika polisi Austria menggerebek sebuah rumah yang berisi material peledak dan senjata tajam.
Penangkapan Beran A terjadi tepat saat demam Eras Tour melanda Wina, memaksa penyelenggara membatalkan seluruh jadwal demi keselamatan publik.
Tragedi ini sering dibanding-bandingkan dengan peristiwa ledakan bom di konser Ariana Grande di Manchester tahun 2017 yang menewaskan banyak remaja.
Hingga kini, proses hukum masih terus berjalan untuk menggali keterlibatan tersangka lain dalam jaringan ISIS tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Pakar UGM Nilai Pemindahan Gerbong Wanita Tak Sentuh Akar Masalah
-
Minta Polda Metro Jaya Lanjutkan Penyidikan, TAUD Ajukan Praperadilan Terkait Kasus Andrie Yunus
-
Kasus Andrie Yunus, Mahfud MD Soroti Peradilan Koneksitas dan Mandeknya Reformasi
-
Ngopi Bareng Jadi Awal Rencana Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus, Ternyata Ini Motifnya!
-
Kunker ke Tiga Negara, Gubernur Pramono Perkuat Kemitraan Strategis Menuju Top 50 Global City 2030
-
Trauma Usai Tabrakan KRLArgo Bromo, Penumpang Perempuan Kini Pilih Hindari Gerbong Ujung
-
Mobil Lexus Rp1,3 M Dibeli Cash Tapi Mau Ditarik Debt Collector, DPR Endus Praktik Nakal Leasing
-
Kakek-kakek Lepaskan Tembakan Brutal di Pengadilan Athena, Banyak Orang Kena Peluru Nyasar
-
Periksa Sekda Madiun Dkk, KPK Telusuri Pemberian Fee Proyek ke Wali Kota Maidi
-
Tragedi Kereta di Bekasi, Legislator Gerindra Desak Pemerintah Cabut Izin Taksi Green SM