- Kecelakaan tragis melibatkan dua kereta terjadi di Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April, mengakibatkan 16 orang meninggal dunia.
- Insiden dipicu oleh taksi daring yang berhenti di perlintasan kereta, menyebabkan tabrakan beruntun antara KRL dan KA Argo Bromo.
- Kedutaan Besar Rusia menyampaikan duka cita mendalam bagi seluruh korban kecelakaan serta keluarga yang terdampak peristiwa nahas tersebut.
Suara.com - Kedutaan Besar Rusia di Jakarta menyampaikan duka cita mendalam atas kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai sekitar 90 lainnya.
“Dalam momen tragis seperti ini, kami memahami betapa rapuh dan berharganya setiap nyawa kita,” kata Kedubes Rusia dalam unggahannya di media sosial, Rabu.
Pihak Kedubes juga menyatakan simpati, dukungan, serta doa bagi seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
“Kami yakin bahwa ketabahan dan persatuan akan membantu mengatasi dampak bencana ini,” lanjut pernyataan tersebut.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga dan orang-orang terkasih para korban dan turut merasakan kesedihan dan kehilangan yang tak tergantikan,” ujar Kedubes Rusia.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin (27/4) malam di kawasan Bekasi Timur. Insiden bermula ketika sebuah taksi daring mengalami gangguan dan berhenti di perlintasan sebidang Jalan Ampera.
Kendaraan tersebut menghalangi jalur KRL Commuter Line relasi Kampung Bandan–Cikarang yang tengah melintas hingga kereta terpaksa berhenti.
Situasi kemudian memburuk ketika rangkaian KRL tersebut ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta Gambir–Surabaya Pasar Turi, sehingga menyebabkan benturan keras dan kerusakan parah pada kereta.
Pihak kepolisian kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan kelalaian manusia serta gangguan pada sistem komunikasi perkeretaapian.
Baca Juga: Kisah Haru Evakuasi Kecelakaan KRL Bekasi, Suami Temani Istri Terjepit 10 Jam Sambil Ngelus Pundak
(Antara)
Berita Terkait
-
Kisah Haru Evakuasi Kecelakaan KRL Bekasi, Suami Temani Istri Terjepit 10 Jam Sambil Ngelus Pundak
-
Tragedi Bekasi: Saat Nyawa Penumpang Kereta Dipertaruhkan di Atas Rel
-
Pengakuan Anggota Ormas di Balik Horor Perlintasan Rel Bekasi Timur, Benarkah Demi Cuan?
-
Potret Haru Pejuang Kemanusiaan, Petugas Evakuasi Korban Kecelakaan KRL Terkapar di Lantai
-
Kecelakaan Maut Bekasi Timur: Mengapa Sistem Keamanan Kereta Gagal Mengadang Tragedi?
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!