Entertainment / Gosip
Rabu, 29 April 2026 | 18:15 WIB
Petugas evakuasi korban kecelakaan KRL di Bekasi Timur kelelahan [suci lita/undercover.id]
Baca 10 detik
  • Petugas berjibaku selama belasan jam mengevakuasi korban kecelakaan maut KRL di Stasiun Bekasi Timur.
  • Foto petugas yang terlelap di lantai dan peron karena kelelahan ekstrem menjadi viral dan memicu rasa haru.
  • Tragedi yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo ini mengakibatkan 15 orang tewas dan 88 lainnya luka-luka.

Suara.com - Di tengah duka yang menyelimuti Stasiun Bekasi Timur pasca-tabrakan maut pada Senin malam, 27 April 2026, sebuah potret memilukan terekam kamera.

Para petugas evakuasi yang telah berjibaku selama belasan jam tampak terkapar lelap di berbagai sudut stasiun. Mereka kehabisan energi setelah mengevakuasi puluhan korban.

Unggahan akun Instagram @undercover.id pada Selasa, 28 April 2026 memperlihatkan para pejuang kemanusiaan ini tidur di sembarang tempat yang ada.

Ada yang melintang di lantai peron, ada pula yang terlelap di kursi gerbong kereta dengan helm penyelamat yang masih terpasang.

"Momen haru menyelimuti lokasi kecelakaan. Di tengah hiruk-pikuk proses evakuasi yang melelahkan, tampak para petugas terlelap di pinggiran area kejadian. Mereka tampak tak lagi mampu membendung rasa lelah setelah berjam-jam berjibaku menyelamatkan para korban," tulis akun tersebut dalam narasinya.

Sebagaimana diketahui, kecelakaan ini dipicu oleh mogoknya sebuah taksi listrik di tengah perlintasan sebidang yang menyebabkan KRL berhenti darurat. Dari arah berlawanan datang KRL lain dan juga berhenti.

Namun, KA Arggo Bromo Anggrek diduga tak mendapat sinyal menghantam KRL kedua dari belakang.

Sejak benturan pertama terjadi, tim gabungan langsung bergerak tanpa henti untuk memindahkan puing-puing gerbong yang hancur dan mencari penumpang yang terjepit.

Ilustrasi kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. [Suara.com/Syahda]

Tekanan situasi darurat dan medan yang sulit memaksa para petugas bekerja melampaui batas fisik mereka. Istirahat sejenak di lokasi kejadian menjadi satu-satunya cara mereka untuk memulihkan tenaga sebelum melanjutkan penyisiran area rel.

Baca Juga: Kecelakaan Maut Bekasi Timur: Mengapa Sistem Keamanan Kereta Gagal Mengadang Tragedi?

"Sejak insiden terjadi, tim gabungan terus bekerja tanpa jeda untuk memastikan setiap individu mendapatkan penanganan secepat mungkin. Memindahkan puing-puing gerbong yang hancur, menjamin lokasi aman dari potensi bahaya susulan," lanjut narasi dalam unggahan tersebut.

Hingga Selasa siang, proses pembersihan jalur masih terus berlangsung. Meski dihantam kelelahan luar biasa, para petugas ini tetap bersiaga di lokasi.

Kejadian tragis ini mengakibatkan 15 orang tewas dan 88 luka.

Load More