- Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 titik perlintasan kereta sebidang di Indonesia dalam waktu enam bulan.
- Anggaran tersebut diprioritaskan untuk modernisasi palang pintu otomatis guna meningkatkan keamanan perlintasan kereta api secara nasional tahun ini.
- Sujatmiko mendorong sinergi antar kementerian dan kelanjutan proyek jalur dwiganda hingga Cikarang untuk meminimalkan risiko kecelakaan kereta api.
Suara.com - Anggota Komisi V DPR RI, Sujatmiko, memberikan respons soal pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4 triliun melalui skema Bantuan Presiden (Banpres) untuk membenahi 1.800 titik perlintasan sebidang di seluruh Indonesia.
Sujatmiko menegaskan bahwa pengerjaan pengamanan perlintasan ini harus menjadi prioritas utama dan diselesaikan tahun ini juga.
"Pak Prabowo sudah mengeluarkan Bantuan Presiden untuk 1.800 perlintasan. Ini akan segera kita bangun, targetnya paling lama 6 bulan. Jadi tahun ini harus sudah selesai untuk pengamanan perlintasan sebidang tersebut," ujar Sujatmiko di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Terkait besaran anggaran Rp4 triliun, Sujatmiko menilai angka tersebut sudah mencukupi jika tujuannya adalah modernisasi alat pengamanan seperti pemasangan palang pintu otomatis.
Namun, ia memberikan catatan bahwa anggaran tersebut belum cukup jika digunakan untuk membangun perlintasan tidak sebidang secara masif.
"Kalau untuk pemanfaatan dan pemasangan palang otomatis, anggaran Rp4 triliun itu cukup. Tapi kalau untuk membangun perlintasan tidak sebidang (flyover atau underpass), pasti tidak cukup. Untuk jangka panjang, jalan nasional dengan headway (frekuensi) kereta tinggi memang wajib menggunakan flyover," ujarnya.
Ia juga mencontohkan rencana pembangunan flyover di Bulak Kapal, Bekasi, yang tanahnya sudah dibebaskan oleh Pemda dan akan segera memasuki tahap pelelangan tahun ini melalui bantuan pusat.
Sujatmiko menekankan bahwa penyelesaian masalah perlintasan sebidang tidak bisa dilakukan oleh satu lembaga saja.
Ia mendorong adanya nota kesepakatan (MoU) antara tiga instansi utama karena kepemilikan prasarana yang bersinggungan antara pusat dan daerah.
Baca Juga: Cegah Warga Terobos Rel, Korlantas Siapkan ETLE dan Personel untuk Awasi Perlintasan Kereta Rawan
"Harus ada perjanjian kesepakatan antara Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian PU. Kita harus tentukan tanggung jawabnya di siapa, karena perlintasan sebidang ini melibatkan prasarana milik daerah dan pemerintah pusat," imbuhnya.
Selain masalah perlintasan, politisi ini juga menyoroti pentingnya kelanjutan proyek Double-Double Track (DDT) atau jalur dwiganda.
Saat ini, jalur DDT baru menyentuh Stasiun Bekasi, padahal layanan Commuter Line sudah mencapai Cikarang.
Sujatmiko berharap pembangunan DDT diteruskan hingga Cikarang agar jalur kereta jarak jauh dan kereta lokal (KRL) bisa terpisah sepenuhnya, sehingga meminimalisir risiko gangguan dan kecelakaan.
"Momentum ini harus kita gunakan agar jalur kereta jarak jauh dan commuter wajib menggunakan double-double track. Jadi jalurnya terpisah. Harapannya bisa diteruskan sampai Cikarang karena sebagian lahannya pun sudah dibebaskan," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas nama pribadi dan pemerintah atas kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Kepala negara memerintahkan investigasi serta pembangunan fly over.
Berita Terkait
-
Cegah Warga Terobos Rel, Korlantas Siapkan ETLE dan Personel untuk Awasi Perlintasan Kereta Rawan
-
Pasca Kecelakaan Bekasi, DPR Usul Kabin Masinis Dilengkapi Monitor CCTV Pantau Jalur 2 Km ke Depan
-
Pengakuan Anggota Ormas di Balik Horor Perlintasan Rel Bekasi Timur, Benarkah Demi Cuan?
-
KAI Akan Tutup Perlintasan Tak Penuhi Syarat Keselamatan, Termasuk yang Dibuka Warga
-
Lasarus PDIP: Pintu Kereta Api Jadi Akar Masalah, Harus Diurus Pemerintah Pusat
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga
-
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah