News / Nasional
Rabu, 29 April 2026 | 17:46 WIB
Perlintasan sebidang tak resmi di Jalan Ampera, Bekasi Timur, Jawa Barat. Perlintasan ini (Suara.com/Lilis)
Baca 10 detik
  • PT KAI akan menutup seluruh perlintasan kereta api yang tidak memenuhi standar keselamatan demi mencegah kecelakaan di masa depan.
  • Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan penataan ulang mencakup 1.800 perlintasan dengan penambahan fasilitas pengaman atau penutupan akses berbahaya.
  • Aksi penertiban serentak ini dilakukan KAI bersama Kemenhub mulai Rabu, 29 April 2026, di seluruh wilayah operasional kereta.

Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan akan menutup seluruh perlintasan kereta api yang tidak memenuhi standar keselamatan, termasuk perlintasan liar yang kerap dibuka kembali oleh masyarakat.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan langkah ini merupakan bagian dari penertiban besar-besaran bersama Kementerian Perhubungan.

"Yang kami sudah tutup karena tidak memenuhi syarat-syarat keselamatan, mohon jangan dibuka lagi," kata Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).

Ia mengungkapkan, KAI telah mengidentifikasi sekitar 1.800 perlintasan yang akan ditata ulang, baik melalui peningkatan fasilitas maupun penutupan jika tidak layak.

Evakuasi korban kecelakaan kereta api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur April 2026. (Dok. Instagram/@kemenhub151)

"Dari 1.800 perlintasan yang kita identifikasi jenisnya, akan kami lakukan peningkatan atau pemenuhan syarat-syarat keselamatan, baik itu dalam memasang flyover atau memasang palang pintu yang bersistem," jelasnya.

Selain itu, KAI juga akan membenahi perlintasan resmi yang belum memiliki fasilitas memadai, seperti alat pengaman dan petugas penjaga.

"Kita langsung hari ini jalan untuk membenahi dan melakukan aksi-aksi yang sangat penting untuk menangani perlintasan-perlintasan ini, baik itu perlintasan yang resmi atau yang terdaftar tapi tidak ada peralatannya, tidak ada penjaganya," ungkap Bobby.

Ia menegaskan, seluruh perlintasan yang dinilai membahayakan akan ditutup demi keselamatan bersama.

"Kalau tidak memenuhi keselamatan dan membahayakan jiwa, maka kami akan tutup," tegasnya.

Baca Juga: Masinis PT KAI Bagikan Simulasi Saat KRL Melakukan Pengereman Mendadak

KAI pun meminta dukungan masyarakat dan media untuk ikut menyosialisasikan pentingnya keselamatan di perlintasan kereta api, guna mencegah terjadinya kecelakaan di masa mendatang.

Load More