- Korlantas Polri berupaya menekan kecelakaan di perlintasan kereta api melalui pengawasan berbasis teknologi ETLE dan penempatan personel lapangan.
- Brigjen Pol Faizal menyatakan pemetaan lokasi rawan sedang dilakukan untuk menentukan prioritas penjagaan oleh petugas di jam padat.
- Pemasangan kamera ETLE bertujuan mendisiplinkan pengendara guna memutus rantai kecelakaan yang sering terjadi di perlintasan sebidang kereta api.
Suara.com - Korlantas Polri berkomitmen meningkatkan pengawasan di perlintasan sebidang kereta api guna menekan angka kecelakaan. Merespons kondisi perlintasan yang masih dijaga secara swadaya menggunakan palang bambu atau tanpa pengamanan memadai, Polri menyiapkan skema pengawasan berbasis teknologi ETLE (electronic traffic law enforcement) dan penempatan personel lapangan.
Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Pol Faizal, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan pemetaan (mapping) terhadap perlintasan yang memiliki frekuensi kereta (headway) tinggi serta arus lalu lintas kendaraan yang padat.
"Kami akan lakukan upaya penjagaan dulu sementara. Nanti kami berkolaborasi dengan teman-teman Kapolsek dan memanfaatkan anggota Bhabinkamtibmas untuk membantu di jam-jam rawan. Kita back up pengamanannya," ujar Faizal ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Menyadari keterbatasan personel, Faizal menegaskan bahwa penggunaan teknologi menjadi solusi utama.
Korlantas berencana memasang kamera ETLE di titik-titik rawan untuk merekam pelanggaran lalu lintas yang sering menjadi pemicu kecelakaan.
"Laka (kecelakaan) apa pun itu pasti diawali dengan pelanggaran. Kita akan pasang beberapa ETLE di tempat-tempat yang memang rawan. Tanpa harus ada petugas, E-TLE bisa merekam (pelanggaran) dan itu akan kita evaluasi," tegasnya.
Menurutnya, pemasangan kamera pengawas ini bertujuan untuk mendisiplinkan masyarakat agar lebih tertib saat melintasi rel, mengingat keselamatan adalah prioritas utama.
Mengenai teknis di lapangan, Faizal menjelaskan bahwa setiap titik perlintasan yang dianggap sangat fatal atau berisiko tinggi akan dijaga oleh satu hingga dua personel polisi secara selektif berdasarkan prioritas.
"Perkiraan sementara mungkin tiap palang ini antara satu sampai dua orang yang kita kolaborasikan. Namun kita lihat skala prioritas, mana yang lebih rawan laka kita tempatkan di situ," imbuhnya.
Baca Juga: Korlantas Soroti Disiplin Pengendara, Lampu Kuning Justru Dianggap Tanda Ngebut?
Langkah ini diambil karena Polri ingin memutus rantai kecelakaan di perlintasan sebidang yang terus berulang.
Faizal mengakui pihaknya sudah cukup prihatin dengan seringnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) akibat kecelakaan kereta.
"Kami juga tidak senang kalau selalu turun untuk melakukan olah TKP, laka lagi laka lagi. Kami berharap kejadian seperti ini jangan terulang lagi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Korlantas Soroti Disiplin Pengendara, Lampu Kuning Justru Dianggap Tanda Ngebut?
-
Pengakuan Anggota Ormas di Balik Horor Perlintasan Rel Bekasi Timur, Benarkah Demi Cuan?
-
KAI Akan Tutup Perlintasan Tak Penuhi Syarat Keselamatan, Termasuk yang Dibuka Warga
-
Lasarus PDIP: Pintu Kereta Api Jadi Akar Masalah, Harus Diurus Pemerintah Pusat
-
5 Fakta Pintu Perlintasan Ampera, Titik Awal Kecelakaan KRL Bekasi Ternyata Tak Punya Palang Resmi
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih
-
Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi
-
Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah
-
Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung
-
Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP
-
Polisi Sita Parang hingga Golok Jelang Aksi Ribuan PSHT di Surabaya
-
Polda Jatim Bongkar Kasus Peretasan Ratusan Website Sekolah untuk Promosi Judi Online
-
Semangat Brasil di Dunia Fashion, Dari Pantai Copacabana hingga Hutan Tropis Jadi Inspirasi Gaya
-
5 Shio yang Menarik Keberuntungan pada 31 Juli 2026, Apakah Kamu Masuk?
-
Dana Pihak Ketiga Melonjak, Efisiensi Biaya Bikin BRI Makin Perkasa