-
Aung San Suu Kyi resmi dipindahkan dari penjara militer menuju status tahanan rumah.
-
Pihak keluarga meragukan kebenaran informasi tersebut karena ketiadaan bukti komunikasi secara langsung.
-
Langkah militer ini diduga merupakan upaya diplomasi untuk mengurangi tekanan dunia internasional.
Pemimpin kudeta Min Aung Hlaing menyebutkan telah mereduksi masa hukuman Suu Kyi untuk dijalankan di kediaman khusus.
Pernyataan resmi menyebutkan, "mengubah sisa hukumannya untuk dijalani di kediaman yang ditentukan."
Langkah ini dipandang sebagai upaya Min Aung Hlaing untuk memecah isolasi internasional yang menekan ekonominya.
Junta militer kini merasa lebih percaya diri setelah mengklaim beberapa kemenangan di medan tempur melawan oposisi.
Meski demikian, dunia internasional tetap memandang sinis terhadap proses hukum yang menjatuhkan vonis puluhan tahun tersebut.
Aung San Suu Kyi mulai memimpin Myanmar pada 2015 setelah proses reformasi demokrasi yang singkat.
Sebelumnya, ia telah menghabiskan waktu selama 15 tahun sebagai tahanan rumah di bawah rezim terdahulu.
Perlawanan tanpa kekerasan yang ia usung sempat membuatnya menjadi simbol kebebasan di seluruh penjuru dunia.
Namun, reputasi internasionalnya sempat meredup saat ia membela militer terkait isu kemanusiaan etnis Rohingya.
Baca Juga: Timnas Myanmar U-17 Tundukkan Thailand 1-0, Puncaki Klasemen Grup B Piala AFF U-17 2026
Kini, statusnya kembali menjadi pusat perhatian dalam dinamika kekuasaan yang masih dikuasai penuh oleh militer.
Krisis di Myanmar bermula sejak kudeta militer pada tahun 2021 yang menggulingkan pemerintahan terpilih secara demokratis.
Aung San Suu Kyi ditangkap pada hari pertama kudeta dan dijatuhi hukuman total 33 tahun penjara atas berbagai tuduhan.
Sejak saat itu, Myanmar terjebak dalam perang saudara antara militer dan kelompok perlawanan bersenjata pro-demokrasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar