News / Nasional
Selasa, 28 April 2026 | 21:25 WIB
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. (Suara.com/Dea)
Baca 10 detik
  • KPK memindahkan empat tersangka kasus suap Lampung Tengah ke bandara untuk mengikuti persidangan di Tanjung Karang.
  • Proses pemindahan tersangka dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 28 April 2026, menjelang sidang perdana esok harinya.
  • Tersangka yang dipindahkan meliputi Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya serta empat orang lainnya terkait kasus gratifikasi.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan soal beredarnya video di media sosial yang menunjukkan adanya tahanan KPK di bandara.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa dalam video itu, petugas membawa para tersangka dalam perkara Lampung Tengah untuk menjalani persidangan.

“Jadi hari ini, tim Jaksa Penuntut Umum KPK telah memindahkan tersangka Ardito Wijaya dan kawan-kawan di mana 4 orang tersangka ini, dijadwalkan sidang pertama pada esok hari tanggal 29 April 2026 di Tanjung Karang,” kata Budi di Gedung Juang KPK, Jakarta Selatan, Selasa (28/4/2026).

Sebelumnya, beredar video di media sosial yang menunjukkan sejumlah orang dengan menggunakan rompi oranye khas tahanan KPK di bandara.

KPK diketahui melakukan penahanan terhadap Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait sejumlah proyek Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah.

Bukan hanya Ardito, KPK juga menahan Anggota DPRD Lampung Tengah Riki Hendra Saputra; adik Ardito, Ranu Hari Prasetyo; Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah Lampung Tengah Anton Wibowo; dan Direktur PT Elkaka Mandiri (PT EM), Mohamad Lukman Sjamsuri.

“KPK selanjutnya melakukan penahanan terhadap para tersangka untuk 20 hari pertama sejak tanggal 10 sampai dengan 29 Desember 2025,” kata Plh Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Mungki Hadipratikto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (11/12/2025).

Riki dan Lukman ditahan di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK sementara Ardito, Ranu Hari, dan Anton ditahan di Ritan Cabang Gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan.

Mungki menjelaskan bahwa Ardito, Riki, dan Ranu diamankan petugas KPK dari rumahnya masing-masing sementara Anton dan Lukman diamankan dari kantornya.

Baca Juga: Amien Sunaryadi: Niat Jahat Memang Nggak Kelihatan, Tapi Evidence-nya Bisa Dicari

Ardito, Anton, Riki, dan Ranu diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Di sisi lain, Muhamad Lukman yang diduga menjadi pihak pemberi disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Load More