Suara.com - Saat ini, kawasan pesisir utara Jawa Tengah, khususnya Semarang, Demak, dan Pekalongan sedang berada pada posisi rentan akibat perubahan iklim. Daerah-daerah tersebut menghadapi ancaman ganda: banjir rob dan keterbatasan akses air bersih. Ini tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga melumpuhkan ekonomi warga.
Menanggapi situasi tersebut, penelitian kolaboratif antara Universitas Telkom Indonesia dan University of Wollongong Australia mengembangkan sistem peringatan dini berbasis artificial intellegence (AI) untuk memantau ancaman yang mungkin terjadi. Sistem ini dirancang untuk memberikan data akurat yang dapat dipantau langsung oleh masyarakat melalui dasbor digital.
Peneliti Universitas Telkom, Miftadi Sudjai, menyoroti peran teknologi ini dalam membangun kesiapsiagaan warga. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi ini melibatkan akademisi, pemerintah, dan sektor swasta.
“Hasil kolaboratif ini, kami bisa mendesain custom sistem AI/IoT untuk bisa menghasilkan impact yang akurat. Dengan adanya itu, kami bisa mereduksi loss akibat banjir rob sehingga dapat mengedukasi masyarakat tentang resilience,” ujar Miftadi. Ia menambahkan bahwa sistem ini memiliki tujuan agar masyarakat lebih siap menghadapi dampak banjir rob.
Selain mitigasi bencana, krisis air bersih di wilayah pesisir seperti Jepara juga menjadi perhatian utama. Minimnya infrastruktur membuat masyarakat terutama ibu-ibu harus mengantre air sampai larut malam.
Sebagai solusi, masalah ini ditangani melalui inovasi teknologi pengolahan air yang didesentralisasi. Universitas Diponegoro dan Australian National University menerapkan pendekatan desentralisasi ini melalui pembangunan mesin pengolah air skala kecil di 16 titik.
Mesin ini tidak hanya menyediakan air bersih, tetapi juga dirancang untuk mendukung blue economy dengan memanfaatkan air buangan untuk budidaya garam.
Prof. I Nyoman Widiasa dari Universitas Diponegoro menyatakan bahwa model mesin skala kecil adalah kunci untuk pemenuhan kebutuhan di tingkat desa.
"Kami membangun mesin-mesin yang ukuran kecil untuk skala desa maupun kecamatan. Mesinnya sudah kami tempatkan di Kampus Jepara, kami harapkan bisa menjadi benchmark, bisa menjadi tempat edukasi bagi banyak pihak dan impact-nya akan terus berjalan untuk Indonesia ke depan," jelas Prof. Nyoman.
Baca Juga: ITD Summit 2026: TelkomGroup Buktikan AI Bukan Tren, Tapi Alat Kerja Nyata
Inisiatif ini merupakan bagian dari kemitraan KONEKSI (Australia-Indonesia). Melalui integrasi teknologi AI untuk kebencanaan dan sistem air desentralisasi, diharapkan dapat melahirkan model bisnis berkelanjutan yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus sosial secara nyata dari tingkat lokal.
Penulis: Vicka Rumanti
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR
-
Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung
-
OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan