- Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat menggelar sidang perdana kasus korupsi dan gratifikasi di lingkungan Bea Cukai pada Rabu, 6 Mei 2026.
- Tiga terdakwa dari pihak swasta didakwa menyuap oknum pejabat Bea Cukai untuk memuluskan proses dokumentasi dan importasi barang perusahaan.
- KPK sebelumnya menyita barang bukti uang tunai senilai Rp5,19 miliar hasil operasi tangkap tangan yang dilakukan pada Februari 2026.
Suara.com - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menggelar sidang perdana kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Rabu (6/5/2026).
Agenda sidang hari ini adalah pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Terdapat tiga terdakwa dari pihak swasta yang dihadirkan, yakni pemilik Blueray Cargo John Field, Manajer Operasional Dedy Kurniawan, serta Ketua Tim Dokumentasi Importasi Andri.
Ketiganya didakwa terlibat dalam praktik suap dan gratifikasi terkait importasi barang.
"Terdakwa John Field dkk, agenda pembacaan dakwaan," ujar Juru Bicara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Andi Saputra, kepada wartawan.
Persidangan dipimpin oleh Majelis Hakim yang diketuai Brelly Yuniar Dien, dengan didampingi Edward Agus dan Nofalinda Arianti sebagai hakim anggota.
Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 4 Februari 2026.
Dalam rangkaian penyidikan, KPK menetapkan sejumlah tersangka dari unsur birokrasi, di antaranya Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024–2026, serta beberapa pejabat intelijen Bea Cukai seperti Sisprian Subiaksono dan Orlando Hamonangan.
Selain suap terkait impor barang tiruan, penyidik KPK juga mendalami dugaan korupsi dalam pengurusan cukai.
Baca Juga: Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya
Penyelidikan ini diperkuat dengan temuan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp5,19 miliar yang disimpan dalam lima koper saat penggeledahan di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan.
Para terdakwa dari pihak swasta ini diduga berperan sebagai pemberi suap guna memuluskan proses dokumentasi dan jalur importasi barang-barang milik Blueray Cargo melalui fasilitas di Ditjen Bea Cukai.
Sidang lanjutan akan terus bergulir untuk mendengarkan keterangan saksi dan pembuktian fakta hukum di lapangan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas