- Seorang pria Belanda berusia 70 tahun meninggal di kapal pesiar MV Hondius pada 11 April akibat infeksi hantavirus.
- Kapten kapal menyatakan kematian disebabkan penyebab alami, sehingga penumpang tidak melakukan tindakan pencegahan kesehatan selama pelayaran berlangsung.
- Wabah hantavirus yang menyebar di kapal tersebut akhirnya menewaskan tiga orang dan menginfeksi sedikitnya tujuh penumpang lainnya.
Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan momen awal penumpang kapal pesiar MV Hondius diberi tahu soal kematian pertama akibat hantavirus viral di media sosial.
Dalam rekaman itu, kapten kapal meyakinkan para penumpang bahwa situasi aman karena korban disebut meninggal akibat penyebab alami.
Video tersebut direkam pada 12 April, sehari setelah seorang pria asal Belanda berusia 70 tahun meninggal di atas kapal.
Saat itu, pihak kapal belum mengetahui bahwa korban sebenarnya terinfeksi hantavirus mematikan yang kemudian memicu wabah di kapal pesiar tersebut.
“Ini adalah tugas menyedihkan saya untuk memberi tahu bahwa salah satu penumpang kami meninggal dunia tadi malam,” kata kapten kapal, Jan Dobrogowski, dalam pengumuman kepada penumpang.
“Sebisa mungkin kami percaya itu terjadi karena penyebab alami. Dokter juga mengatakan kondisi kesehatannya tidak menular, jadi kapal ini aman,” lanjutnya dilansir dari NY Post.
Kapten juga berusaha menenangkan penumpang dengan mengatakan kematian di laut adalah hal yang kadang terjadi dalam perjalanan panjang.
Namun belakangan diketahui korban meninggal akibat strain Andes dari hantavirus, jenis langka yang dapat menular antarmanusia dalam kontak dekat.
Wabah itu kini telah menewaskan tiga orang dan membuat sedikitnya tujuh penumpang lain sakit.
Baca Juga: Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
Seorang Youtuber asal Turki, Ruhi Cenet, yang ikut berada di kapal mengaku marah karena para penumpang tetap beraktivitas normal setelah pengumuman tersebut.
“Ini terdengar menenangkan, tapi kenyataannya tidak seperti itu karena kematian pertama ternyata akibat hantavirus,” ujarnya.
Menurut Ruhi, setelah pengumuman tersebut para penumpang tetap makan bersama di ruang makan, mengikuti aktivitas kelompok, hingga menghadiri sesi kuliah dan acara sosial tanpa tindakan pencegahan apa pun.
“Kami sarapan, makan siang, dan makan malam bersama. Bahkan sampai hari terakhir saya di kapal pada 24 April, tidak ada tindakan pencegahan,” katanya.
Ruhi juga menilai manajemen kapal kemungkinan belum menyadari ancaman virus saat itu sehingga gagal memberi peringatan lebih awal kepada penumpang.
MV Hondius sendiri sempat tertahan di perairan Cape Verde setelah dilarang bersandar.
Berita Terkait
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT