- Betsy Arakawa meninggal dunia akibat infeksi Hantavirus pada 8 Maret 2025 setelah terpapar melalui kotoran hewan rodensia.
- Penyakit yang menular lewat udara dari tikus ini memiliki dua varian utama yang menyerang ginjal serta pernapasan.
- Pemerintah Indonesia meningkatkan skrining di pintu masuk internasional untuk mencegah penyebaran virus melalui koordinasi bersama pihak WHO.
Suara.com - Kabar duka dari panggung Hollywood mendadak berubah menjadi alarm kewaspadaan kesehatan global. Pada Sabtu, 8 Maret 2025, Kepolisian Santa Fe mengonfirmasi penyebab kematian aktor legendaris Gene Hackman dan istrinya, Betsy Arakawa.
Jika Hackman berpulang akibat serangan jantung, sang istri dinyatakan meninggal dunia karena infeksi Hantavirus.
Kasus ini kembali mencuatkan nama Hantavirus ke permukaan, terutama setelah laporan wabah di kapal pesiar mewah MV Hondius yang sedang berlayar menuju Antartika. Indonesia pun kini memasang mode siaga tinggi di pintu-pintu masuk negara.
Mengenal "si pembunuh senyap" dari kotoran tikus
Hantavirus bukanlah penyakit baru dalam dunia zoonosis. Penyakit ini disebabkan oleh virus dalam genus Hantavirus, famili Bunyaviridae, yang menggunakan rodensia seperti tikus dan mencit sebagai inang utamanya.
Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa manusia biasanya tertular Hantavirus dengan cara menghirup aerosol atau partikel di udara yang terkontaminasi urin, tinja, atau air liur tikus yang terinfeksi. Meski jarang, virus ini juga bisa masuk melalui kulit yang terluka atau gigitan tikus. Kabar baiknya, hingga saat ini belum ditemukan bukti penularan dari manusia ke manusia.
Manifestasi klinisnya terbagi menjadi dua kelompok besar berdasarkan wilayah:
1. Hantavirus “Old World” (HFRS)
Menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal. Umum ditemukan di Eropa dan Asia, seperti tipe Hantaan, Seoul, dan Puumala.
2. Hantavirus “New World” (HPS)
Baca Juga: Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan
Menyerang saluran pernapasan secara akut dan fatal. Umum ditemukan di Amerika, seperti tipe Andes dan Sin Nombre.
Gejalanya muncul dalam rentang satu hingga delapan minggu setelah terpapar. Karena belum ada pengobatan spesifik atau obat antivirus khusus, penanganan medis hanya bersifat suportif untuk meredakan gejala.
Bahaya underdiagnosis: Saat Hantavirus menyamar menjadi DBD
Di Indonesia, ancaman Hantavirus memiliki tantangan tersendiri. Epidemiolog Dicky Budiman menyebut ada kemungkinan kasus Hantavirus sebenarnya sudah ada di Indonesia, hanya saja selama ini tidak terdeteksi atau salah diagnosis (underdiagnosis).
“Sebetulnya Indonesia itu adalah endemic atau negara dengan risiko endemic untuk penyakit yang ditularkan melalui rodensia atau seperti tikus ini,” ujarnya.
Menurutnya, Indonesia berpotensi menjadi wilayah endemik secara diam-diam. Tanpa deteksi yang spesifik, virus bisa terus beredar tanpa disadari. Dicky menekankan bahwa kunci utama pencegahan adalah pengendalian rodensia (rodent control), terutama di area krusial seperti pelabuhan, gudang, dan kapal-kapal besar.
Dicky kemudian menyoroti kawasan pelabuhan sebagai titik paling rentan penularan Hantavirus. Aktivitas perdagangan internasional yang padat, ditambah sanitasi yang belum optimal, menciptakan kondisi ideal bagi populasi tikus berkembang.
Wilayah seperti Pelabuhan Tanjung Priok dan Batam disebut memiliki kombinasi risiko tinggi karena mobilitas manusia global, arus barang, dan potensi infestasi rodensia.
Strategi mitigasi: RI siapkan PCR dan koordinasi WHO
Merespons kabar wabah di kapal MV Hondius, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memastikan pemerintah telah bergerak cepat. Langkah pertama adalah memperkuat sistem skrining di pintu masuk internasional guna mencegah masuknya virus ke tanah air.
“Virus ini lumayan berbahaya, jadi kita sudah koordinasi dengan WHO untuk meminta guidance dalam melakukan skriningnya,” kata Menkes Budi di kantor Kemenkes, Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Berbekal pengalaman pandemi COVID-19, pemerintah berencana menggunakan perangkat skrining berbasis rapid test maupun reagen PCR. Budi optimistis karena infrastruktur laboratorium di Indonesia kini jauh lebih siap.
“Mesin reagen kita sudah banyak di daerah-daerah, jadi untuk deteksi virus ini harusnya lebih mudah,” imbuhnya.
Meski reagen khusus Hantavirus saat ini belum tersedia secara massal, Kemenkes kini memfokuskan perhatian pada penguatan surveillance data dan pengawasan informasi kesehatan. Targetnya jelas, memastikan Indonesia tidak kecolongan oleh "penumpang gelap" yang dibawa rodensia dari luar negeri.
Berita Terkait
-
Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan
-
Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan
-
Menkes Budi Waspadai Hantavirus Masuk Indonesia, Rapid Test hingga PCR Disiapkan
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta
-
8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar
-
6 Fakta Kebakaran Rumah di Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh
-
Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal