- BRIN meminta maaf atas kesalahan desain lambang Garuda Indonesia pada konten peringatan Hari Lahir Pancasila.
- Kesalahan tersebut terjadi akibat ketidaksesuaian jumlah helai bulu pada sayap dan ekor lambang negara Indonesia.
- BRIN melakukan evaluasi internal serta memperbaiki konten tersebut sebagai bentuk tanggung jawab kepada seluruh lapisan masyarakat.
Suara.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan desain lambang Garuda Indonesia dalam konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang diunggah di media sosial.
Melalui kolom komentar pada unggahan Instagram resminya, BRIN mengakui adanya kekeliruan pada gambar Garuda Indonesia yang digunakan. Kesalahan tersebut disorot publik karena jumlah helai bulu pada bagian sayap dan ekor lambang negara dinilai tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan," tulis akun Instagram @brin_indonesia, dikutip Selasa (2/6/2026).
BRIN menyatakan insiden tersebut menjadi pelajaran penting agar lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan maupun penyebaran konten di masa mendatang.
Sebagai bentuk tanggung jawab, BRIN juga menyampaikan telah melakukan evaluasi internal dan memperbaiki konten yang dimaksud.
"Sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi internal, konten tersebut telah kami perbaiki," tulis BRIN.
Selain itu, BRIN mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan perhatian, masukan, serta kritik terkait kesalahan tersebut.
"Kami menghaturkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan kontrol dari seluruh lapisan masyarakat kepada BRIN," demikian pernyataan BRIN.
Baca Juga: Berapa Jumlah Bulu Sayap Garuda Pancasila? Poster BRIN Viral karena Salah Hitung
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
Menkes Bingung Harga Obat di RI 2-6 Kali Lebih Mahal dari Harga Pasar Global: Kita Harus Negosiasi
-
Respons PDIP Soal Keakraban Prabowo dan Megawati: Biasa Saja, Sudah Bersahabat Lama
-
Papua Barat Punya Sekolah Berbasis Konservasi Pertama di Indonesia, Apa Beda dengan Sekolah Biasa?
-
Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut
-
Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik
-
Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau
-
Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji