- Kementerian Agama mencatat sebanyak 2.032.753 hewan kurban disembelih di seluruh Indonesia pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.
- Aktivitas kurban tahun ini menghasilkan nilai ekonomi sebesar Rp18,28 triliun yang menggerakkan sektor peternakan hingga jasa distribusi.
- Distribusi 96,27 ribu ton daging kurban memberikan dampak sosial bagi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani secara nasional.
Suara.com - Pelaksanaan ibadah kurban pada Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi tidak hanya memiliki dimensi keagamaan dan sosial, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang besar. Kementerian Agama (Kemenag) memperkirakan nilai ekonomi kurban tahun ini mencapai Rp18,28 triliun.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, mengatakan angka tersebut berasal dari total 2.032.753 ekor hewan kurban yang disembelih di berbagai daerah di Indonesia.
"Berdasarkan estimasi harga kurban yang digunakan Baznas, yakni sekitar Rp21 juta per ekor sapi dan Rp3 juta per ekor kambing, nilai ekonomi dari 2.032.753 hewan kurban diperkirakan mencapai Rp18,28 triliun," kata Arsad, Jumat (5/6/2026), dikutip dari ANTARA.
Dari total nilai tersebut, kontribusi terbesar berasal dari sapi kurban. Kemenag mencatat jumlah sapi yang dikurbankan mencapai 676.866 ekor dengan nilai ekonomi sekitar Rp14,21 triliun.
Sementara itu, jumlah kambing kurban tercatat sebanyak 1.355.887 ekor dengan estimasi nilai ekonomi mencapai Rp4,07 triliun.
Menurut Arsad, besarnya nilai transaksi kurban menunjukkan bahwa ibadah tahunan umat Islam ini turut menggerakkan berbagai sektor ekonomi masyarakat.
Mulai dari peternak, pedagang hewan ternak, jasa transportasi, hingga distribusi daging kepada penerima manfaat ikut merasakan dampak ekonomi dari tingginya aktivitas kurban.
Selain nilai ekonomi, pelaksanaan kurban tahun ini juga menghasilkan pasokan protein hewani dalam jumlah besar. Berdasarkan estimasi Baznas, sapi kurban memiliki bobot rata-rata 220–250 kilogram, sedangkan kambing berkisar 27–29 kilogram.
Dengan asumsi hasil karkas sekitar 50 persen untuk sapi dan 45 persen untuk kambing, lebih dari dua juta hewan kurban tahun ini diperkirakan menghasilkan sekitar 96,27 ribu ton daging dan karkas yang didistribusikan kepada masyarakat.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Kurban, Iduladha Juga Mengajarkan Arti Kepedulian
Arsad menilai kurban memiliki dampak sosial yang signifikan karena mampu menjangkau masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap konsumsi protein hewani.
"Pelaksanaan kurban tahun ini menunjukkan partisipasi umat Islam yang sangat baik. Lebih dari dua juta hewan kurban tersebar di berbagai masjid di Indonesia. Ini bukan hanya bentuk ketaatan dalam beribadah, tetapi juga wujud nyata kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama," ujarnya.
Kemenag juga menilai pelaksanaan kurban memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan jaminan sosial umat. Melalui distribusi daging kurban, manfaat ekonomi dan sosial dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, Arsad turut menyampaikan pesan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menekankan pentingnya semangat berbagi pada momentum Iduladha.
"Iduladha ini sebetulnya identik dengan bulan berbagi. Kita berharap melalui momentum ini, semua orang bisa mencicipi gizi hewani, baik melalui jalur ibadah kurban maupun skema bantuan sosial seperti yang kita lakukan."
Berdasarkan data Kemenag, provinsi dengan jumlah hewan kurban terbanyak tahun ini adalah Jawa Timur dengan 455.007 ekor, disusul Jawa Tengah sebanyak 405.065 ekor, dan Jawa Barat sebanyak 374.482 ekor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kenapa Pindah ke Transportasi Umum Itu Investasi Buat Bumi?
-
Cara JHL Auto Jaga Loyalitas Konsumen BAIC Melalui Wadah Komunitas Eksklusif
-
Golkar Pertanyakan Efektivitas Kabinet Bayangan, Sarmuji: Siapa yang Menindaklanjuti?
-
Langka di Dunia, Ibu Ini Lahirkan Bayi Kembar Empat Identik Berjenis Kelamin Perempuan
-
Membaca Ways to Live Forever: Bagaimana Anak Kecil Melihat Sebuah Kematian?
-
KPK Bongkar Dugaan Suap Bupati Lombok Barat, Ada Alphard Rp 1,2 Miliar dan Sepatu Hermes
-
Pantesan Nelayan RI Nggak Makmur, Ikannya Banyak Dicuri
-
Bolehkah Facial saat Ada Jerawat? Ketahui Kondisi yang Perlu Dihindari
-
Pemerintah Akan Rampungkan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih Tahun Ini, Yang Jadi Baru 65
-
Harga Sawit Riau Menguat Kembali, Mitra Swadaya Tembus Rp3.846 per Kg