- Muzammil Hasballah dan Habits Media Network mengadakan kenduri kurban bagi 3.000 keluarga korban banjir di Pidie Jaya pada 29 Mei 2026.
- Kegiatan ini berfungsi sebagai metode penyembuhan trauma serta menyalurkan bantuan pangan bernutrisi hasil solidaritas digital 457 pekurban asal Indonesia.
- Program ini turut memulihkan ekonomi lokal melalui pembelian hewan kurban langsung dari para peternak tradisional di wilayah terdampak bencana Aceh.
Suara.com - Aroma masakan khas Aceh yang mengepul dari kuali-kuali besar seketika mengubah suasana di halaman Masjid Baitussattar, Kabupaten Pidie Jaya, selepas Salat Jumat, (29/5/2026). Ratusan warga yang baru saja melewati masa-masa sulit akibat bencana banjir, siang itu berkumpul bersama, larut dalam kehangatan tradisi kenduri kurban.
Momen makan bersama ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan pangan biasa, melainkan sebuah ruang komunal yang dihadirkan sebagai metode penyembuhan trauma (trauma healing). Gelak tawa, obrolan ringan, dan rasa kebersamaan yang sempat redup akibat duka bencana, perlahan-lahan kembali merekat di tengah masyarakat.
Kenduri kebersamaan ini merupakan bagian dari penyaluran bantuan pangan bernutrisi yang menjangkau lebih dari 3.000 keluarga terdampak banjir di berbagai wilayah kritis di Aceh. Inisiasi humanis tersebut digerakkan secara kolaboratif oleh tokoh muda Muzammil Hasballah bersama ekosistem media muslim, Habits Media Network.
Hadir di tengah-tengah warga, Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya menyaksikan ketangguhan sosial masyarakatnya.
"Saya bersyukur dan bangga melihat kepedulian yang hadir secara nyata untuk masyarakat kami yang sedang diuji. Bantuan psikososial dan pangan lewat ibadah kurban ini membawa kebahagiaan luar biasa serta menyuntikkan semangat baru bagi warga yang sedang merangkak bangkit dari masa-masa sulit pasca-banjir," ungkap Sibral Malasyi.
Aksi nyata ini bermula dari gerakan solidaritas digital yang bergulir cepat. Hanya dalam waktu 48 jam, sebanyak 457 pekurban dari berbagai kota di Indonesia tergerak untuk menitipkan amanahnya. Dari kepedulian kolektif tersebut, terkumpul 29 ekor sapi dan 27 ekor domba berkualitas yang disembelih secara berkala sejak hari Jumat hingga hari terakhir Tasyrik.
Muzammil Hasballah, yang ikut membaur langsung dalam prosesi distribusi dan kenduri di lapangan, mengungkapkan bahwa kehadiran fisik dan kehangatan interaksi langsung menjadi kunci utama untuk menguatkan kembali mental para penyintas.
"Semua ini adalah ketetapan Allah yang menggerakkan hati orang-orang baik. Apa yang beberapa hari lalu berupa niat digital, hari ini menjadi hidangan nyata yang menghapus duka di meja-meja makan saudara kita di Aceh. Ini adalah bukti bahwa solidaritas umat masih sangat kuat untuk memulihkan duka sesama," tutur Muzammil.
Menariknya, kebaikan program ini tidak berhenti pada piring-piring kenduri warga. Seluruh hewan kurban sengaja dibeli langsung dari para peternak tradisional di Aceh. Langkah ini diambil untuk memastikan roda perekonomian lokal yang sempat lesu pasca-bencana bisa kembali berputar dan membawa berkah ekonomi bagi masyarakat setempat.
Baca Juga: Rogoh Rp750 Juta, Mitratel Tebar 242 Hewan Kurban Premium
Gerakan sosial berbasis nilai-nilai Islam ini sukses menjangkau jutaan audiens dan menggerakkan para pekurban nasional berkat dukungan masif dari media komunitas seperti Muslimvox, Taubatters, Kawan Hawa, Quran Review, dan Ngajilah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
Cushion Korea Apa Saja yang Bagus? Ini 4 Pilihan dengan Review Nyaris Sempurna di Shopee
-
Lipstik Apa yang Bagus dan Tahan Lama? Ini 3 Pilihan yang Melembabkan Bibir Awet Seharian
-
Indonesia Open 2026 Jadi Pesta Rakyat Bulu Tangkis, Bisa Nikmati Sportainment hingga Test Drive EV
-
4 Sepatu Wanita Casual dari Brand Lokal, Nyaman di Kaki dan Enak Dipandang
-
4 Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat Paling Populer di Indonesia
-
Belajar Langsung di Hutan Mangrove, Cara KLH Kenalkan Keanekaragaman Hayati ke Generasi Muda
-
Profil Bupati Pandeglang: Lantik Tersangka Pidana Tabrakan Maut Jadi Staf Ahli Hukum
-
4 Lipstik di Minimarket Terdekat yang Mudah Ditemukan, Harga Mulai Rp15 Ribuan
-
Menjaga Tradisi Sangjit, Sangjit by Sinar Wijaya Hadir dengan Layanan Terintegrasi
-
4 Lipstik Badai Murah Anti Luntur saat Makan, Cuma Rp30 Ribuan Bisa On Point Seharian