- Tim peneliti UGM menggunakan georadar untuk memindai penyebab kebakaran misterius di rumah warga di Sleman, DIY.
- Hasil pemindaian menemukan adanya pola retakan bawah tanah sedalam 15 hingga 20 meter di bawah lokasi kebakaran.
- Tim UGM merencanakan survei geolistrik dan pengeboran manual guna memastikan apakah retakan tersebut menjadi jalur keluarnya gas.
Suara.com - Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mendeteksi adanya retakan bawah tanah yang diduga berkaitan dengan titik-titik munculnya api di rumah milik Agus dan Mutfiana di Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Sleman, DIY.
Adapun teror kebakaran misterius yang melanda rumah di Sleman itu belum usai hingga sekarang.
Tim peneliti dari Lab Geofisika Eksplorasi Departemen Teknik Geologi UGM, Saptono Budi, mengatakan pihaknya membawa alat georadar untuk memindai kondisi bawah permukaan tanah di area rumah yang mengalami kebakaran misterius selama dua minggu lebih itu.
Alat tersebut digunakan untuk melihat kemungkinan adanya jalur bawah tanah yang dimungkinkan dapat menjadi tempat keluarnya gas pemicu kebakaran.
Pemindaian dilakukan berdasarkan lokasi-lokasi kemunculan api yang sebelumnya telah ditunjukkan pemilik rumah.
"Berbekal dari letak posisi-posisi kebakaran itu di mana, kami mencoba untuk melakukan scanning apakah ada hal di bawah tanah yang memungkinkan bisa menjadi jalan tempat keluarnya apa gas yang mungkin dari dalam," kata Saptono saat ditemui di lokasi, Senin (8/6/2026).
Dari hasil sementara, tim menemukan adanya pola retakan di bawah permukaan tanah yang dinilai memiliki keterkaitan dengan titik munculnya api. Retakan itu terdeteksi hingga kedalaman sekitar 15 sampai 20 meter.
Hal itu mengingat keterbatasan alat ukur yang digunakan maksimal hanya dapat mengukur hingga kedalaman 20 meter. Ia tak menutup kemungkinan masih ada retakan hingga di kedalaman lebih dari 20 meter.
"Kalau sementara ini masih kasar ya, hanya melihat sekilas belum diolah lebih lanjut itu, memang terlihat ada beberapa koneksi atau keterkaitan antara titik api itu dengan terlihat ada retakan di bawah sampai ke kedalaman mungkin sekitar 15-20 meter," ungkapnya.
Baca Juga: Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran
Saptono menjelaskan retakan tersebut tampak pada sejumlah titik yang sebelumnya dilaporkan menjadi lokasi kebakaran di permukaan.
"Tanah asli itu kelihatan ada yang menunjukkan ada pola atau struktur retakannya di beberapa tempat," imbuhnya.
Disampaikan Saptono, keretakan itu diakibatkan oleh proses alami.
"Itu proses dinamika bumi ya. Jadi kan kita ada di daerah zona aktif tektonik itu sering sekali memang membuat ada retakan-retakan di lapisan-lapisan bumi kita," tuturnya.
Kendati demikian, belum dapat disimpulkan retakan itu sebagai jalur pasti keluarnya gas atau bahkan menyimpan gas.
Menurutnya, keberadaan gas tetap harus dibuktikan melalui penelitian lanjutan.
Berita Terkait
-
Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran
-
Jadi Kasus Langka, Peneliti UGM Beberkan Hasil Penelitian Kebakaran Misterius Sleman
-
Kebakaran Pagi Buta di Cideng: 1 Orang Tewas, 6 Rumah Hangus
-
Seminar KAGAMA HSE UGM 2026: Bahaya 'Ilusi Kesiapsiagaan' Industri yang Ancam Lingkungan
-
Seminar KAGAMA HSE UGM 2026: Babak Baru AMDAL, Transisi Jadi 'GPS' Kehidupan
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi