News / Metropolitan
Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:51 WIB
Ilustrasi pemadam kebakaran (unsplash.com/@jayrheike)
Baca 10 detik
  • Kebakaran akibat korsleting listrik melanda permukiman padat di Jalan Citarum, Cideng, Jakarta Pusat, pada Jumat pagi.
  • Peristiwa tersebut menghanguskan enam rumah, menyebabkan satu warga meninggal dunia, lima luka-luka, dan kerugian Rp200 juta.
  • Sebanyak 22 unit mobil pemadam berhasil memadamkan api, sementara warga terdampak kini mengungsi di Masjid Al-Amanah.

Suara.com - Kebakaran hebat menerjang kawasan permukiman padat di Jalan Citarum RT 18 RW 10, Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (5/6/2026) pagi.

Api pertama kali terdeteksi pada pukul 04.58 WIB ketika sebagian besar warga masih terlelap.

“Diduga bersumber dari korsleting listrik,” bunyi pernyataan dalam laporan penanganan dari BPBD DKI Jakarta.

Enam unit rumah tinggal hangus dilahap si jago merah, memaksa 10 kepala keluarga atau sekitar 40 jiwa kehilangan tempat bernaung.

Tragedi ini merenggut satu korban jiwa, seorang pria bernama Cibuncia (60), yang dinyatakan meninggal dunia akibat kejadian tersebut.

Lima orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan langsung mendapat penanganan medis di lokasi.

Para warga terdampak yang tak lagi memiliki tempat berteduh sementara ditampung di Masjid Al-Amanah yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi pada pukul 05.05 WIB mengerahkan 22 unit armada untuk menjinakkan kobaran api.

Proses pemadaman berlangsung hampir dua jam sebelum api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 06.45 WIB.

Baca Juga: Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi

Selain Dinas Pemadam Kebakaran, penanganan di lapangan turut melibatkan petugas dari BPBD, Satpol PP, Babinsa, Bimaspol, PLN, PPSU Kelurahan Kebon Kosong, P3KD, dan PMI.

“Kerugian materiel ditaksir mencapai Rp200 juta,” bunyi poin lain dalam laporan penanganan.

Load More