-
Pemimpin tertinggi Iran menegaskan bahwa masa depan rezim Israel akan segera berakhir.
-
Korps Garda Revolusi Iran meluncurkan rudal sebagai balasan atas agresi di Lebanon.
-
Israel mengabaikan imbauan Amerika Serikat dengan membom tiga kota besar di Iran.
Suara.com - Eskalasi pertempuran di Timur Tengah memasuki babak baru yang sangat krusial dan mematikan. Iran dan Israel kini terlibat aksi saling serang secara terbuka menggunakan persenjataan strategis jarak jauh.
Saling bom ini dipicu oleh peluncuran gelombang rudal Teheran ke wilayah pendudukan utara Israel pada Minggu (8/6). Gempuran masif tersebut menjadi jawaban atas manuver militer Tel Aviv Israel di teritorial Lebanon.
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei bahkan langsung mengeluarkan ancaman runtuhnya kekuasaan Tel Aviv dalam waktu dekat. Pernyataan keras ini membakar semangat perlawanan di koridor regional.
"Rezim zionis yang goyah tinggal memiliki beberapa hari lagi (sebelum berakhir)," demikian pernyataan Mojtaba Khamenei seperti dikutip dari Anadolu Agency.
Kubu Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan operasi udara tersebut merupakan bentuk pembelaan kemanusiaan. Mereka tidak akan tinggal diam melihat situasi di perbatasan Lebanon selatan.
Ketegangan berpotensi meluas secara global jika sekutu regional Israel ikut campur tangan. Pihak IRGC mengaku telah menyiapkan skenario tempur yang jauh lebih destruktif.
"Operasi malam ini adalah peringatan, dan jika agresi tersebut diulangi, tanggapannya akan lebih luas dan akan mencakup semua target Amerika-Zionis di wilayah tersebut," demikian menurut IRGC.
Respons cepat langsung ditunjukkan oleh barisan militer Israel tidak lama setelah proyektil Iran mendarat. Jet-jet tempur canggih mereka langsung diterbangkan menuju wilayah udara Teheran.
Angkatan Udara Israel secara spesifik membidik infrastruktur ekonomi vital milik musuh bebuyutannya. Kompleks petrokimia Mahshahr dilaporkan menjadi sasaran utama yang mengalami kerusakan sangat parah.
Baca Juga: IRGC Luncurkan Operasi Nasr, Targetkan Pangkalan Udara Utama Israel
Duta Besar Israel untuk AS Yechiel Leiter menegaskan aksi sepihak Iran tidak bisa dibiarkan tanpa balasan. Menurutnya, serangan jet tempur tersebut merupakan hak mutlak pertahanan diri negara.
Ia juga menyatakan bahwa tidak ada satu pun otoritas berdaulat yang mau menerima intimidasi semacam itu. Tel Aviv dipastikan akan mengejar semua pihak yang mengancam keamanan mereka.
Di sisi lain, dinamika politik internal mencatat adanya ketidakpatuhan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap sekutu utamanya. Ia mengabaikan komitmen diplomatik yang sempat dibicarakan sebelumnya.
Netanyahu sebenarnya sempat mengikuti permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menunda serangan ke Iran. Namun, desakan domestik membuat keputusan politik tersebut berubah dalam sekejap.
PM Israel akhirnya mengingkari komitmen tersebut dengan tetap menginstruksikan serangan udara berskala besar ke wilayah Iran. Markas militer di tiga kota besar menjadi target utama ledakan pagi hari.
Konteks benturan ini berakar dari persaingan geopolitik menahun antara Teheran dan Tel Aviv di Timur Tengah. Ketegangan semakin meruncing sejak perang di Gaza menjalar hingga ke wilayah Lebanon.
Media pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa dentuman keras akibat serangan balasan Israel terdengar jelas di Teheran, Isfahan, dan Tabriz. Situasi di kawasan kini berada dalam status siaga satu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Jaga Hak Perempuan, DPR Didesak Segera Sahkan Wahidah Suaib Jadi Anggota PAW Ombudsman RI
-
Warning Hasto Jelang Muktamar: NU Terlalu Besar Diseret ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah
-
Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
-
Dilema Keuangan Anak Muda: Melek Finansial, tapi Masih Andalkan Paylater
-
Buku Tuhan Maha Asyik: Menikmati Perjalanan Spiritual Bersama Sujiwo Tejo
-
4 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Mirip iPhone, Hasil Foto Tak Kalah Jernih dan Estetik
-
Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen
-
Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun
-
BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ultah Blok M, Tebar Banyak Promo
-
Hunian Sehat Makin Dilirik, Industri Kini Terapkan Formula Material Ramah Lingkungan