-
Militer Israel membalas serangan Iran dengan menggempur fasilitas petrokimia strategis di Mahshahr.
-
Iran menegaskan hujan rudalnya ke Israel merupakan respons atas agresi di Lebanon selatan.
-
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengabaikan peringatan Donald Trump untuk menghentikan serangan ke Beirut.
Suara.com - Krisis Timur Tengah memanas setelah militer Israel membombardir fasilitas petrokimia Mahshahr di Iran pada Senin (8/6). Langkah ini memicu kekhawatiran global akan hancurnya kesepakatan gencatan senjata yang sedang diupayakan.
Serangan udara tersebut menjadi babak baru eskalasi regional yang mengancam stabilitas pasokan energi dunia. Kerusakan di kompleks industri strategis tersebut dipastikan memperkeruh konfrontasi langsung kedua negara.
Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, menegaskan aksi ini merupakan balasan mutlak atas serangan rudal Teheran sebelumnya. Pihaknya mengklaim tidak ada opsi lain selain membalas tindakan ofensif tersebut.
"Semua orang sudah muak dengan rezim Iran yang gila ini," kata Leiter dikutip dari Reuters, Selasa (9/6/2026).
Ia juga menambahkan posisi negaranya terkait kedaulatan wilayah yang tidak bisa diganggu gugat. "Tak ada negara yang bermartabat di dunia yang akan mentolerir serangan seperti itu, dan Israel pun tak akan mentoleransinya,"
Saling balas serangan ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah wilayah Israel dihujani rudal pada Minggu malam. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi bahwa operasi tersebut adalah respons atas aksi militer di Lebanon.
Pihak Iran menyatakan tidak bisa tinggal diam melihat situasi kemanusiaan di Lebanon selatan yang terus memburuk. Aksi pengeboman oleh Israel dinilai telah melampaui batas kemanusiaan.
"Pembunuhan dan pengusiran besar-besaran orang-orang tertindas di wilayah Tyre dan Nabatieh di Lebanon selatan," demikian rilis IRGC.
Teheran juga mengeluarkan ancaman komprehensif jika sekutu Barat dan Israel tidak segera menghentikan agresi mereka. Wilayah konflik diprediksi akan meluas secara eksponensial.
Baca Juga: Blokade Gaza Total! Israel Stop Bantuan Kemanusiaan Pascaserangan Rudal Iran
"Operasi malam ini adalah peringatan, dan jika agresi tersebut diulangi, tanggapannya akan lebih luas dan akan mencakup semua target Amerika-Zionis di wilayah tersebut," demikian menurut IRGC.
Sebelum ketegangan ini pecah, Iran bersama sekutunya dan Amerika Serikat sebenarnya tengah berada dalam koridor gencatan senjata. Dialog tersebut dirancang untuk merumuskan pakta perdamaian jangka panjang di kawasan.
Namun, implementasi di lapangan runtuh akibat pelanggaran komitmen dari kedua belah pihak yang bertikai. Israel justru meningkatkan intensitas serangannya ke Lebanon hingga menyusun rencana pergerakan pasukan menuju Beirut.
Konfrontasi ini tetap meluas meskipun Presiden AS Donald Trump telah memberikan peringatan keras secara personal. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memilih mengabaikan imbauan sekutu terbesarnya untuk menghentikan eskalasi demi menjaga stabilitas regional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
12 Korupsi Sepanjang Tahun 2026: Rasuah Merajalela, Terbaru Bupati Muara Enim
-
Krisis Pascagempa Filipina, Warga Mindanao Bertahan di Tengah Pemadaman Listrik Massal
-
KPK Lebih Dulu Selidiki Kasus Korupsi MBG Sebelum Kejagung Tetapkan Tersangka
-
Prabowo Minta Maaf Proses Dubes Negara Sahabat Molor, Wamenlu: Jadwal Presiden Padat
-
Pemerintah Hormati dan Tindak Lanjut Pemecatan Ketua Ombudsman Hery Susanto
-
Istana Rilis Buku Presiden Solusi, Klaim Prabowo Punya 108 Jawaban untuk Indonesia
-
Wamensos Minta Aceh Utara Penuhi Syarat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen
-
Di Aceh, Ratusan Calon Siswa Terjangkau Masuk Sekolah Rakyat
-
Ungkit Jasa Misi PBB, 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Minta Hukuman Ringan
-
Pemerintah Pusat dan DPR RI Sepakati Pengelolaan ASN Harus Selaras dengan Kesiapan Fiskal Daerah