Suara.com - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, melakukan kunjungan kerja ke Kampus Batam Tourism Polytechnic (BTP) pada Senin, 8 Juni 2026. Kunjungan ini dalam rangka penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), sekaligus meresmikan Migrant Center yang berpusat di Auditorium BTP.
Langkah cepat ini diapresiasi langsung oleh Menteri Mukhtarudin. Ia memuji kesiapan BTP yang langsung tancap gas merealisasikan kerja sama begitu kesepakatan formal ditandatangani.
"Perkembangan ini cepat. Begitu kita MoU dan PKS, langsung meresmikan Migrant Center-nya. Tentu kita akan bangun ekosistem hulu pekerja migran yang skilled workers (tenaga kerja ahli). Dan di sinilah fokusnya di bidang hospitality," ujar Mukhtarudin setelah meninjau langsung fasilitas kampus.
Acara peresmian dan penandatanganan kerja sama ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting, akademisi, dan perwakilan negara tetangga di antaranya, H. Asman Abnur (Ketua Badan Pembina Yayasan VITKA), Sigit Suryantoro Widiyanto (Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk Johor Bahru), Astika Mutiarazma (Ketua Yayasan VITKA).
Selain itu, hadir pula Alvidyan Virgaazman (Ketua Badan Pelaksana Operasional Yayasan VITKA), Siska Amelia Maldin, M.Pd (Direktur Batam Tourism Polytechnic), Dr. Eng Ansarullah Lawi (Wakil Rektor I ITEBA), Hasan, S.Sos (Kepala Dinas Pariwisata Prov. Kepulauan Riau).
Sinergi Operator dan Regulator
Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi ideal antara pemerintah sebagai regulator dan lembaga pendidikan seperti BTP sebagai operator di sisi hulu.
Pemerintah saat ini terus mengoptimalkan instrumen yang ada, termasuk melalui jalinan MoU antara KP2MI dengan 12 Kementerian serta berbagai perguruan tinggi ternama (seperti UI dan Unhas).
Kementerian-kementerian tersebut rata-rata memiliki politeknik kedinasan di bidang pertambangan, pariwisata, kesehatan, perhubungan, hingga perikanan untuk awak kapal.
Baca Juga: 5 Shio Paling Hoki pada 7 Juni 2026: Finansial Untung dan Karier Melejit!
"Pemerintah menciptakan iklim yang memfasilitasi sektor riil. Penempatan dilakukan melalui skema resmi yang disiapkan pemerintah, baik itu Government to Government (G-to-G) maupun skema prosedural lainnya," jelas Mukhtarudin.
Memanfaatkan Bonus Demografi dan Peluang Global
Di tengah fenomena aging population (penuaan populasi) yang dialami negara-negara maju di Eropa dan Jepang, Indonesia justru tengah menikmati bonus demografi. Peluang emas inilah yang ingin ditangkap secara serius oleh pemerintah melalui penyiapan tenaga kerja produktif dan kompeten.
Menteri P2MI juga menyoroti posisi strategis Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura. Menurutnya, potensi BTP tidak hanya berdampak pada hilirisasi SDM, tetapi juga memiliki efek domino yang besar bagi perekonomian lokal.
"Dampaknya bukan saja hilirisasi SDM, tapi konteksnya menggerakkan ekonomi dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, ekosistemnya bagus, mengurangi angka pengangguran, meningkatkan kesejahteraan, dan memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi," beber Menteri Mukhtarudin.
Ia juga mengingatkan bahwa pekerja migran saat ini bukan lagi sekadar pejuang keluarga, melainkan pejuang devisa negara karena nilai remitansinya yang sangat besar.
Berita Terkait
-
5 Shio Paling Hoki pada 7 Juni 2026: Finansial Untung dan Karier Melejit!
-
Alexandra Askandar Sekarang Jadi Apa? Pendidikan dan Kariernya Inspiratif
-
4 Shio Paling Beruntung 5 Juni 2026: Saatnya Lepas dari Masa Sulit Karier dan Keuangan
-
Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Web3 Bakal Mengubah Karier dan Bisnis Masa Depan
-
Disindir Seskab Teddy Sebagai 'Wamenlu Hanya 3 Bulan', Ini Rekam Jejak Karir Dino Patti Djalal
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter