- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya merespons kritik diplomat senior Dino Patti Djalal terkait kunjungan luar negeri Presiden Prabowo.
- Dino Patti Djalal merupakan mantan Wakil Menteri Luar Negeri dan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat era SBY.
- Saat ini, Dino aktif sebagai pendiri Foreign Policy Community of Indonesia yang fokus pada isu kebijakan hubungan internasional.
Suara.com - Rekam jejak karir Dino Patti Djalal ramai dibahas usai kritik yang disampaikan diplomat senior tersebut terhadap kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto mendapat respons langsung dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Melalui video yang diunggah akun Instagram Sekretariat Kabinet, Teddy menjelaskan sejumlah hal yang menurutnya perlu diluruskan terkait biaya perjalanan Presiden, jumlah rombongan yang menyertai, hingga alasan di balik padatnya agenda diplomasi luar negeri Prabowo.
Dalam pernyataannya, Teddy juga menyinggung rekam jejak Dino Patti Djalal yang pernah menjabat Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu).
"Terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri, walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan," tutur Teddy.
Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan publik dan memunculkan kembali perhatian terhadap sosok Dino Patti Djalal. Lalu siapa sebenarnya Dino Patti Djalal dan bagaimana rekam jejaknya di dunia diplomasi Indonesia?
Rekam Jejak Dino Patti Djalal
Dino Patti Djalal merupakan salah satu diplomat Indonesia yang cukup berpengaruh dalam dua dekade terakhir. Lahir di Belgrade, Yugoslavia (kini Serbia) pada 10 September 1965, ia merupakan putra diplomat senior Indonesia Hasjim Djalal.
Karier diplomatik Dino dimulai setelah bergabung dengan Kementerian Luar Negeri pada 1987. Sejak saat itu, ia banyak terlibat dalam berbagai isu strategis hubungan internasional Indonesia.
Nama Dino mulai dikenal luas ketika dipercaya menjadi Juru Bicara Presiden Bidang Luar Negeri pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jabatan tersebut diembannya sejak 2004 hingga 2010.
Dalam posisi tersebut, Dino menjadi salah satu wajah diplomasi Indonesia di hadapan media internasional. Ia kerap menjelaskan kebijakan luar negeri Indonesia, termasuk berbagai forum internasional yang dihadiri Presiden SBY.
Baca Juga: Profil Dino Patti Djalal yang Kritik Prabowo Soal Kunker ke Luar Negeri
Pernah Jadi Dubes RI untuk Amerika Serikat
Pada 2010, Dino Patti Djalal dipercaya menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat.
Selama menjabat hingga 2013, ia berperan dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia-AS, termasuk di bidang perdagangan, investasi, pendidikan, hingga kerja sama keamanan.
Penugasannya di Washington DC dianggap sebagai salah satu periode penting dalam hubungan Indonesia dan Amerika Serikat yang saat itu tengah berkembang pesat melalui skema Kemitraan Komprehensif.
Menjadi Wakil Menteri Luar Negeri
Pada Kabinet Indonesia Bersatu II, Dino Patti Djalal diangkat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri pada Juli 2014.
Berita Terkait
-
Profil Dino Patti Djalal yang Kritik Prabowo Soal Kunker ke Luar Negeri
-
Balas Kritik Dino Patti Djalal, Seskab Teddy: Diplomat Hebat Walau Hanya Menjabat 3 Bulan
-
Seskab Teddy Ungkap Biaya Tambahan Kunjungan Prabowo ke Luar Negeri Ditanggung Pribadi, Publik Heboh
-
Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo
-
Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Profil Dino Patti Djalal yang Kritik Prabowo Soal Kunker ke Luar Negeri
-
Kapan Harus Ganti Bantal? Ini Tanda Sudah Kedaluwarsa
-
4 Cara Mudah Mengusir Tikus dari Rumah, Tak Perlu Racun!
-
5 Serum yang Bikin Wajah Glowing dan Plumpy Menurut Review Pengguna, Mulai Rp20 Ribuan
-
Belanja Sambil Jajan Kuliner Jepang? Pengalaman Ini Kini Bisa Dinikmati di Jakarta Utara
-
Fenomena Dating App Fatigue, Ketika Mencari Cinta Justru Berakhir Melelahkan
-
Menyiapkan Generasi Penjaga Lingkungan, Ratusan Pelajar Belajar Konservasi di Hutan Mangrove
-
Cara Membedakan Sepatu Melissa Ori dan KW, Awas Tertipu Barang Palsu
-
Hukum Menikah saat Hamil Duluan, Apakah Harus Menunggu Lahiran? Ini Kata Ulama
-
Anak Hasil Hamil di Luar Nikah Nasabnya ke Siapa? Ini Pandangan Ulama dan Hukum Indonesia