Dorong BTP Jadi One Stop Service dengan P3MI
Melihat kualitas mahasiswa BTP yang beberapa di antaranya sudah magang internasional di berbagai hotel di Asia dan menyusul ke Australia, Menteri Mukhtarudin menyarankan agar BTP segera membentuk Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) sendiri.
"Saya sarankan segera bentuk dan siapkan P3MI-nya. Sehingga terjadi one stop service di BTP. Jadi orang berpikir kuliah di BTP aja, karena di sana jalurnya untuk bisa bekerja di luar negeri secara prosedural sudah disiapkan. Dalam negeri disiapin, luar negeri disiapin," pungkas Menteri Mukhtarudin.
Akreditasi Unggul BTP
Ketua Badan Pembina Yayasan VITKA, H. Asman Abnur, memberikan tanggapan positif sekaligus menyampaikan rasa optimisnya pasca-kunjungan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, di Batam Tourism Polytechnic (BTP).
Mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) ini menegaskan bahwa momentum kerja sama ini bertepatan dengan pencapaian krusial yang baru saja diraih oleh BTP di bidang akademis.
Yayasan Vitka adalah sebuah lembaga nirlaba di Batam yang bergerak di bidang pendidikan, yang membawahi kampus Batam Tourism Polytechnic (BTP) dan Institut Teknologi Batam (ITEBA).
Asman Abnur mengungkapkan bahwa Batam Tourism Polytechnic kini telah resmi meningkatkan status kedewasaan akademiknya. Dari yang sebelumnya berstatus "Baik Sekali", kini institusi pendidikan tinggi vokasi tersebut sukses meraih akreditasi tertinggi, yaitu Unggul.
"Pihak BTP sekarang sudah mendapatkan akreditasi dari Baik Sekali, sekarang menjadi Unggul. Dengan status Batam Tourism Polytechnic saat ini, mudah-mudahan kita bisa lebih percaya diri lagi untuk kompetitif di kancah internasional," ujar Asman Abnur dengan nada optimis.
Baca Juga: 5 Shio Paling Hoki pada 7 Juni 2026: Finansial Untung dan Karier Melejit!
Hapus Stigma Negatif Melalui Skill Kompeten
Lebih lanjut, Asman menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan dan penguasaan skill (keahlian khusus) adalah harga mati agar tenaga kerja Indonesia tidak lagi dipandang sebelah mata di luar negeri.
Fokus BTP di bidang hospitality (pariwisata dan perhotelan) berstandar internasional menjadi jawaban nyata untuk memutus mata rantai pengiriman tenaga kerja sektor informal yang minim perlindungan.
"Jadi ini penting, skill itu nomor satu. Biar tidak dikatakan orang bahwa orang Indonesia itu (di luar negeri) jadi pembantu terus. Kita harus buktikan bahwa lulusan kita adalah tenaga profesional yang dicari pasar global," tegasnya.
"Kehadiran Menteri P2MI Jadi Suntikan Energi Baru*
Merespons peresmian Migrant Center dan dorongan Menteri Mukhtarudin agar BTP segera membentuk Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), Asman Abnur menyambutnya dengan tangan terbuka. Menurutnya, kehadiran negara melalui Kementerian P2MI langsung ke hulu (kampus) memberikan dampak psikologis yang luar biasa bagi civitas akademika.
"Dengan kehadiran Pak Mukhtarudin di kampus kami, ini akan menjadi energi yang sangat baik bagi kita semua di Yayasan VITKA dan BTP untuk terus bergerak maju, menyiapkan jalur formal dan prosedural bagi anak-anak bangsa yang ingin berkarier di dunia internasional," pungkas Asman Abnur. ***
Berita Terkait
-
5 Shio Paling Hoki pada 7 Juni 2026: Finansial Untung dan Karier Melejit!
-
Alexandra Askandar Sekarang Jadi Apa? Pendidikan dan Kariernya Inspiratif
-
4 Shio Paling Beruntung 5 Juni 2026: Saatnya Lepas dari Masa Sulit Karier dan Keuangan
-
Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Web3 Bakal Mengubah Karier dan Bisnis Masa Depan
-
Disindir Seskab Teddy Sebagai 'Wamenlu Hanya 3 Bulan', Ini Rekam Jejak Karir Dino Patti Djalal
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi