- Prof. Ikrar Nusa Bhakti mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak menyertakan Duta Besar RI dalam sejumlah pertemuan resmi luar negeri.
- Dalam kunjungan ke Jepang, posisi diplomatik dalam pertemuan justru diisi oleh lingkaran pribadi Presiden, yakni Teddy dan Didit.
- Ketidakhadiran duta besar berisiko menghambat tindak lanjut strategis atas kesepakatan yang telah dicapai antara pemerintah Indonesia dan negara tujuan.
Suara.com - Analis politik sekaligus mantan Duta Besar RI untuk Tunisia, Prof. Ikrar Nusa Bhakti, mengungkap fakta mengejutkan terkait gaya diplomasi Presiden Prabowo Subianto dalam sejumlah kunjungan luar negeri yang dilakukan belum lama ini.
Ikrar menyebut, dalam beberapa kesempatan, Duta Besar (Dubes) RI yang bertugas di negara setempat justru tidak diikutsertakan dalam pertemuan resmi dengan kepala negara atau pimpinan pemerintahan.
Informasi tersebut disampaikan Ikrar berdasarkan keterangan dari rekan-rekannya di kalangan diplomat. Salah satu contoh yang disorot adalah saat kunjungan Presiden ke Jepang.
"Duta besar kita di Tokyo, Ibu Kartini Sjahrir, itu juga tidak diikutsertakan dalam pertemuan-pertemuan dengan pimpinan di Jepang," ungkap Ikrar dalam kanal YouTube Bambang Widjojanto, Selasa (9/6/2026).
Ia menyayangkan komposisi tim yang justru hadir mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, posisi yang seharusnya diisi oleh pejabat diplomatik resmi negara malah ditempati oleh orang-orang dari lingkaran pribadi Presiden.
"Yang malah ikut di dalam pertemuan itu adalah Teddy Indra Wijaya sama anaknya Prabowo, si Didit itu ya," ujarnya.
Dubes Sebagai Kunci Tindak Lanjut Kerja Sama
Ikrar menekankan bahwa keberadaan seorang duta besar dalam pertemuan tingkat tinggi bukan sekadar formalitas protokoler. Dubes merupakan representasi resmi negara yang memiliki peran strategis dalam menindaklanjuti hasil pertemuan.
"Anda harus tahu ya yang namanya duta besar itu bukan cuma wakil negara, tapi dia adalah orang yang nanti mem-follow up hasil misalnya pertemuan yang terjadi antara presiden dengan presiden atau pun menteri dengan menteri," jelasnya.
Tanpa keterlibatan dubes dalam pembicaraan inti, Ikrar mengkhawatirkan akan muncul hambatan dalam menindaklanjuti berbagai kesepakatan yang telah dicapai antara kedua negara.
Baca Juga: Tepis Isu Bottleneck Karier, Kapolri Tegaskan Regenerasi Polri Tetap Berjalan Meski Ada UU Baru
Menurutnya, dubes merupakan penyambung lidah sekaligus pelaksana kebijakan di lapangan yang harus memahami substansi pembicaraan secara langsung.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
-
Tepis Isu Bottleneck Karier, Kapolri Tegaskan Regenerasi Polri Tetap Berjalan Meski Ada UU Baru
-
Jurus Purbaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen Sesuai Ambisi Prabowo
-
Perintah Prabowo Bersihkan Program MBG dari Para Pemburu Rente Tanpa Pandang Bulu
-
Prabowo Dinilai Tak Pahami Masalah Rakyat, Istana Langsung Membantah
-
Nanik S Deyang Kuliah Jurusan Apa? Resmi Dilantik Jadi Kepala BGN
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
-
Kolaborasi Teknologi Streaming Ini Dorong Industri Konten Lokal
-
Ditahan 20 Hari ke Depan, Kenapa Kejagung Titipkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Rutan KPK?
-
Hal Baik Berakhir Baik: Bukan Sekadar Motivasi, tapi Teman Menenangkan Hati
-
Laut China Selatan Memanas! Pasukan Xi Jinping Tembakan Meriam ke Kapal Filipina
-
Persija Jakarta di Bawah Persib! Dominasi Maung Bandung di Timnas Indonesia
-
4 Sabun Cuci Muka untuk Usia 50 Tahun, Anti Aging agar Kulit Awet Muda
-
Nam Joo Hyuk Jadi Pria Misterius dengan Masa Lalu Kelam di Drama Heartbeat
-
Urutan Pemakaian Sunscreen dan Moisturizer yang Benar, Jangan Sampai Terbalik
-
Targetkan Produksi 156 Rangkaian KRL Mandiri, Integrasi KAI-INKA Siap Akhiri Ketergantungan Impor!