- Wakil Menteri Perumahan Fahri Hamzah menyatakan pemerintahan Presiden Prabowo memprioritaskan pengurangan ketimpangan ekonomi nasional secara merata bagi masyarakat.
- Pemerintah berupaya menutup kebocoran anggaran negara yang disebabkan oleh praktik korupsi dan eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali.
- Fokus kebijakan ini ditujukan untuk memutus jurang kesenjangan antara kelompok masyarakat kaya dan miskin melalui pemerataan hasil pembangunan nasional.
Suara.com - akil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadikan pengurangan ketimpangan ekonomi sebagai agenda utama.
Fokus ini diarahkan untuk memutus jurang antara kelompok masyarakat paling kaya dan paling miskin di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Fahri sebagai respons atas kritik dan keresahan publik terkait kondisi ekonomi nasional.
Fahri menekankan, pemerintah tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memastikan hasil pembangunan dirasakan secara merata.
“Yang kedua, setelah kita punya uang dan kita mesti mulai dari sekarang, kita harus memutus rantai ketimpangan antara yang paling kaya dan sangat kaya dengan yang paling miskin dan sangat miskin. Karena gini koefisien kita juga menunjukkan hal yang sama,” ujar Fahri, Jumat (12/6/2026).
Menurut Fahri, langkah awal yang dilakukan pemerintah adalah menutup kebocoran negara yang selama ini menggerus manfaat kekayaan nasional.
Fahri menyebut praktik korupsi dan eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali sebagai penyebab utama ketimpangan.
“Pertama kita mengakhiri kebocoran korupsi dan perampokan sumber daya alam yang selama ini dibiarkan terjadi,” tegasnya.
Fahri menilai ketimpangan masih menjadi tantangan besar. Ia mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung stagnan dalam memperbaiki distribusi kesejahteraan.
Baca Juga: Ternyata Kita Salah, 19 Juta Lapangan Pekerjaan Itu untuk TNI dan Polisi
“Pertumbuhan ekonomi kita ini flat. Jumlah orang miskinnya itu nambah atau berkurang sedikit. Jumlah kelas menengahnya juga flat. Tapi jumlah orang kayanya itu luar biasa melompat dan itu menciptakan ketimpangan,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPW Partai Gelora Riau Iskandar menilai pernyataan Fahri mencerminkan upaya pemerintah menjawab kegelisahan masyarakat terkait kesenjangan ekonomi.
Fahri menekankan bahwa keberhasilan pembangunan harus diukur dari pemerataan, bukan sekadar angka pertumbuhan.
“Yang disampaikan Bang Fahri menunjukkan bahwa pemerintah memahami persoalan mendasar yang dirasakan masyarakat. Ketika pertumbuhan ekonomi tidak diikuti pemerataan, maka akan muncul rasa tertinggal di sebagian kelompok masyarakat,” ujar Iskandar.
Ia menambahkan, kebijakan seperti pemberantasan kebocoran anggaran, penguatan hilirisasi, dan program berbasis masyarakat harus dilihat sebagai langkah memperluas manfaat pembangunan.
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan bahwa hasil pembangunan tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.
“Demokrasi memberi ruang bagi kritik dan aspirasi masyarakat. Pada saat yang sama, pemerintah perlu terus menunjukkan bahwa pembangunan yang dilakukan benar-benar diarahkan untuk memperkecil kesenjangan dan memperkuat kelas menengah Indonesia,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Ternyata Kita Salah, 19 Juta Lapangan Pekerjaan Itu untuk TNI dan Polisi
-
Presiden Prabowo Akan 'Monitor dari Atas' Jika Dipanggil Tuhan, Emang Bisa?
-
Prabowo Mau Borong Rudal BrahMos dari India, Ekonom Ingatkan Risiko Utang Rp7 Triliun
-
Prabowo Perintahkan Kaji Ulang Buku Pelajaran, Tak Mau Siswa Indonesia Kalah dari Luar Negeri
-
Damaikan Timur Tengah, Prabowo Disarankan Pakai Strategi Geopolitik Bung Karno
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
Terkini
-
Siaga Kekeringan dan Karhutla, Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Istana
-
Jadwal Siaran Langsung Aston Villa vs Indonesia All Stars
-
Remaja Blega Nekat Terjun dari Menara BTS Ketinggian 100 Meter
-
Sulut Juara Umum, IHR Kejurnas Seri I Indonesia Derby 2026 Sukses Sedot 24 Ribu Penonton
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Masa Transisi Aceh Berakhir, Kasatgas Tito Tekankan Penanganan Sesuai Kondisi
-
Surat untuk Jenaka: Antara Cinta, Mesin Waktu, Hukum, dan Misteri Tahun 1923
-
5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mengajukan Pinjaman Tunai
-
Deterjen Cair vs Bubuk, Mana yang Lebih Efektif untuk Membersihkan Pakaian?
-
Liverpool Siapkan Tawaran untuk Bradley Barcola, PSG Dikabarkan Bidik Pengganti