Suara.com - Kebutuhan dana bisa datang kapan saja. Mulai dari biaya kesehatan, renovasi rumah, kebutuhan pendidikan, hingga modal usaha, banyak orang memilih pinjaman tunai sebagai solusi agar kebutuhan tersebut dapat segera terpenuhi.
Sayangnya, masih banyak pengajuan yang kurang dipersiapkan dengan baik. Padahal, kesalahan-kesalahan sederhana dapat memengaruhi kelancaran proses pengajuan maupun kemampuan mengelola cicilan setelah dana diterima.
Agar proses pengajuan berjalan lebih lancar, berikut lima kesalahan yang sebaiknya dihindari:
1. Mengajukan Pinjaman Tanpa Menghitung Kemampuan Membayar
Sebelum mengajukan pinjaman tunai, pastikan cicilan yang akan dibayar setiap bulan masih sesuai dengan kemampuan finansialmu.
Idealnya, cicilan tidak mengganggu kebutuhan rutin maupun dana darurat yang sudah disiapkan. Dengan begitu, pembayaran dapat dilakukan tepat waktu tanpa membebani kondisi keuangan.
2. Tidak Memahami Tenor dan Biaya Pinjaman
Banyak orang hanya fokus pada nominal dana yang diterima, tetapi kurang memperhatikan tenor, bunga, biaya administrasi, serta total pembayaran yang harus dilunasi.
Sebelum mengajukan pinjaman, luangkan waktu untuk membaca seluruh rincian transaksi agar kamu memahami besaran cicilan yang akan dibayarkan setiap bulan.
3. Memilih Layanan yang Belum Jelas Legalitasnya
Kemudahan mengajukan pinjaman secara online juga perlu diimbangi dengan memilih layanan yang resmi dan memiliki pengawasan yang jelas.
Pastikan penyedia layanan telah berizin dan diawasi oleh OJK, memiliki informasi biaya yang transparan, serta menyediakan layanan pelanggan yang mudah dihubungi apabila pengguna membutuhkan bantuan.
4. Mengajukan Nominal yang Lebih Besar dari Kebutuhan
Semakin besar nominal pinjaman, semakin besar pula kewajiban pembayaran yang perlu dipenuhi.
Baca Juga: Perkuat Ekonomi, Apa Itu Dana Bagi Hasil Tambang dan Kenapa Perlu Dievaluasi?
Karena itu, ajukan pinjaman sesuai kebutuhan. Langkah ini dapat membantu menjaga arus kas tetap sehat sekaligus mengurangi beban cicilan di masa mendatang.
5. Mengabaikan Fitur dan Fleksibilitas Layanan
Selain proses pengajuan, perhatikan juga fitur yang ditawarkan oleh penyedia layanan pembiayaan. Semakin lengkap fasilitas yang tersedia, semakin fleksibel pula layanan tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan finansial.
Sebagai contoh, Kredivo tidak hanya menyediakan fasilitas pinjaman tunai melalui KrediFazz, tetapi juga dapat digunakan untuk belanja online, belanja offline, pembayaran tagihan, pembelian pulsa dan paket data, hingga berbagai transaksi digital lainnya dalam satu aplikasi.
Bagi pengguna akun Premium, tersedia limit hingga Rp50 juta dengan pilihan tenor mulai dari bayar dalam 1 bulan hingga cicilan 3, 6, 12, 18, dan 24 bulan sesuai ketentuan yang berlaku.
Proses pendaftaran juga dapat dilakukan langsung melalui aplikasi dengan melengkapi data diri, verifikasi KTP dan foto selfie, serta dokumen pendukung yang diperlukan.
Gunakan Pinjaman Secara Bijak
Mengajukan pinjaman bukan hanya soal mendapatkan dana dengan cepat, tetapi juga memastikan kemampuan untuk mengelola pembayaran hingga lunas. Dengan memilih layanan yang legal, memahami seluruh biaya dan tenor, serta mengajukan pinjaman sesuai kebutuhan, kamu dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan secara lebih bijak.
Jika membutuhkan layanan pembiayaan digital yang menawarkan berbagai fitur dalam satu aplikasi, Kredivo dapat menjadi salah satu pilihan. Selain menyediakan fasilitas pinjaman tunai, Kredivo juga menghadirkan layanan Buy Now Pay Later, pembayaran tagihan, hingga berbagai transaksi digital yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. ****
Berita Terkait
-
Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?
-
Panduan Bayar Tagihan Kredivo Menggunakan Livin Mandiri
-
Bayar Kredivo Kini Bisa Lewat DANA, Ini Caranya
-
Kredivo Bisa untuk Bayar MRT, Pertama Kalinya Paylater Ada di Transportasi Umum
-
57% Orang RI Pilih Paylater, Kredivo Perluas Jaringan ke Grup Djarum
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Surat untuk Jenaka: Antara Cinta, Mesin Waktu, Hukum, dan Misteri Tahun 1923
-
5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mengajukan Pinjaman Tunai
-
Chemistry Keisya Levronka dan Paul Aro Warnai Film 'Dan Bandung', Bakal Berperan Jadi Siapa?
-
Datang ke Kuburan, Anak Gadis Kim Jong Un Langsung Cetak Sejarah Ini
-
Jakarta Tak Boleh Hanya Jadi Pengguna AI, Harus Cetak Inovator Masa Depan
-
Orang Kurus Juga Bisa Kena Kolesterol Tinggi dan Penyakit Jantung, Dokter Ungkap Penyebabnya
-
Viral Video Tak Senonoh Tayang di Videotron Pemkab Melawi, Begini Dugaan Penyebabnya
-
Bukan Putih Mencolok, Putri Indonesia Agnes Rahajeng Tunjukkan Tren Veneer Natural Kian Digemari
-
Pembangunan Pesat PIK Bayangi Upaya Selamatkan Mangrove Pesisir Jakarta
-
Special Clip 'Dan Bandung': Romansa Basil-Elma dan Syahdunya Kota Kembang