- Tim peneliti menyimpulkan fenomena api misterius di Sayegan, Sleman, tidak disebabkan oleh gas alam maupun aktivitas geologi.
- BPBD Sleman menyerahkan hasil penelitian kepada kepolisian setelah mencatat 126 kemunculan api sejak 23 Mei 2026.
- Polisi kini menyelidiki kemungkinan unsur pidana dengan menganalisis rekaman CCTV dan data ilmiah untuk memastikan penyebab utama.
Suara.com - Kepolisian mulai melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait fenomena kemunculan api misterius di rumah warga Sayegan, Sleman.
Langkah itu dilakukan setelah sejumlah tim peneliti dari berbagai institusi menyimpulkan bahwa kemunculan api tidak berkaitan langsung dengan gas alam maupun fenomena geologi bawah permukaan.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan hasil rapat bersama akademisi dari UGM, UPN 'Veteran' Yogyakarta, BRIN, BBPTKG, hingga Gegana menyatakan kandungan gas di lokasi berada di bawah ambang batas yang dapat memicu kebakaran.
"Kandungan gasnya baik metana, kemudian hidrogen, gas fosfin, gas rawa dari masing-masing penelitian tadi itu tidak bisa atau di bawah ambang batas untuk bisa menimbulkan api, kira-kira itu," kata Bambang usai rapat koordinasi di Pemkab Sleman, Senin (15/6/2026).
Menurut dia, seluruh penelitian yang dilakukan para ahli tidak menemukan hubungan langsung antara keberadaan gas alam dengan munculnya api di rumah warga tersebut.
"Jadi fenomena alam itu tidak menimbulkan api yang muncul di Sayegan," ujarnya.
Kendati demikian belum ada pihak yang menyebut ada unsur kesengajaan dalam kemunculan api tersebut.
Sementara ini, BPBD Sleman menyerahkan tindak lanjut penyelidikan disertai bukti penelitian para ahli kepada kepolisian.
"Sehingga tadi kita sampaikan bahwa untuk selanjutnya apa toh penyebabnya? Ini kita sampaikan kepada dari aparat kepolisian, reskrim untuk penyelidikan lebih lanjut," tuturnya.
Baca Juga: Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
Bambang menyatakan bahwa penelitian terkait fenomena api di Sayegan pada dasarnya telah selesai dilakukan.
Para peneliti sebelumnya menggunakan beragam metode, mulai dari geomagnetik, geotermal, drone thermal, hingga geolistrik untuk memastikan ada tidaknya kaitan fenomena alam dengan kebakaran yang terjadi.
Ia menambahkan, kasus kemunculan api itu tercatat telah terjadi sebanyak 126 kali sejak pertama muncul pada 23 Mei 2026.
Namun dalam dua hari terakhir, tidak lagi ditemukan titik api baru di rumah tersebut.
"Untuk dua hari terakhir ini sudah enggak ada lagi," katanya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit menegaskan pihak kepolisian sebenarnya sudah melakukan pendampingan sejak awal kejadian.
Berita Terkait
-
Karhutla Naik Hampir Delapan Kali Lipat, Perlukah Indonesia Mulai Pikirkan Pembakaran Terkendali?
-
Kebakaran Akibat Lilin Pengusir Lalat, Begini Kondisi Rumah Anisa Rahma setelah Sebulan Berlalu
-
Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau
-
Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?
-
Peneliti UGM Tamatkan Misteri Rumah Api di Sleman: Bukan Dipicu Gas Alam atau Medan Elektromagnetik
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga